Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Penyebab Pamekasan Sandang Status PPKM Level 3

Vaksinasi di Pondok Pesantren Al-Jufri Blumbungan Pamekasan, Jum'at (18/2/2022) lalu. [Gambar: Dinkes Pamekasan]

Pamekasan (beritajatim.com) – Rendahnya partisipasi masyarakat melakukan vaksin dosis 2 di kabupaten Pamekasan, mengakibatkan wilayah tersebut tercatat dengan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Jawa-Bali.

Hal tersebut berdasar update Inmendagri Nomor 20 Tahun 2022 tentang Peta Level PPKM Wilayah Jawa Timur, per 5 hingga 18 April 2022. Selain Pamekasan, terdapat dua kabupaten lain di Jatim, juga ditetapkan dengan status PPKM Level 3, yakni Bangkalan dan Lumajang.

“Selama ini kami sudah melakukan berbagai cara dalam melaksanakan proses vaksinasi di kabupaten Pamekasan, bahkan proses vaksinasi hingga saat ini juga terus dilaksanakan. Namun terkendala rendahnya partisipasi masyarakat,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, dr Syaifuddin, Kamis (7/4/2022).

Guna menarik animo masyarakat untuk melaksanakan vaksin, pihaknya juga melakukan cara undian berhadiah bagi para peserta vaksin. Termasuk juga dengan melibatkan seluruh stakeholders terkait seperti TNI-Polri maupun instansi lainnya.

“Beragam cara sudah kami lakukan untuk menarik minat masyarakat untuk bervaksin, termasuk melalui cara undian berhadiah yang dilaksanakan di setiap kecamatan. Namun masyarakat tidak mau divaksin, kalau sudah seperti itu, tentunya kita tidak bisa memaksa,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya menyampaikan jika sebagian masyarakat sudah memiliki asumsi kekebalan tubuh sudah terbentuk menyusul tidak adanya masyarakat yang terinveksi Covid-19. “Namun perlu diketahui bahwa herd immunity itu indikasinya jika vaksinasi sudah mencapai angka 70 persen lebih,” jelasnya.

“Hanya saja masyarakat memiliki asumsi tersendiri dalam memahami herd immunity, apalagi juga dibarengi dengan adanya beragam informasi hoaks seputar vaksin yang sudah menjadi konsumsi publik, khususnya di kabupaten Pamekasan,” jelasnya.

Dari itu, pihaknya bersama instansi terkait juga gencar melakukan sosialisasi sekaligus program vaksinasi di berbagai kecamatan di Pamekasan. Tujuannya agar kabupaten Pamekasan, tidak lagi ditetapkan dengan status PPKM Level 3.

“Beragam upaya terus kami lakukan dengan melibatkan berbagai stakeholders, termasuk pemerintah desa di tiap kecamatan di Pamekasan. Termasuk juga dengan melibatkan secara aktif unsur TNI-Polri untuk vaksinasi ini,” pungkasnya. [pin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar