Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Inovasi Mesin Pasteurisasi Otomatis

PENS Bantu Kelompok Usaha Bersama Peternak Sapi Perah Malang

Surabaya (beritajatim.com) – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya berkolaborasi dengan Kelompok Usaha Bersama Petani Sapi Perah (KUBE PSP) Maju Mapan dan CV Brawijaya telah membuat Mesin Pateurisasi Susu Herbal Otomatis untuk membantu para peternak sapi di desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Dan, inovasi yang dikerjakan selama 3 tahun ini akhirnya diserahkan secara simbolis melalui skema pengabdian masyarakat institusi oleh Direktur PENS, Aliridho Barakbah, ST, Ph.D.

Aliridho menyampaikan jika PENS setiap tahunnya mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat secara rutin. “Ini merupakan kesempatan buat PENS untuk mengabdikan keilmuan dan keahlian civitas akademikanya agar berkontribusi kepada masyarakat dalam bentuk pembuatan alat-alat inovatif dan produk-produk inovatif lainnya yang bisa dinikmati. Seperti saat ini, adalah alat untuk pasteurisasi susu otomatis,”terang beliau, Senin (27/12/2021).

“Diharapkan dengan diaplikasikannya alat ini, maka KUBE Maju Mapan ke depannya bisa terbantu untuk memproduksi susu pasteurisasi dengan kualitas yang lebih baik,”tambah Aliridho.

Sebelum diserahkan, mesin ini telah di ujicoba meski untuk integrasi masih belum optimal. Otomasi ini sangat membantu dalam fase pengolahan susu dimulai sejak Pre-heating, Homogenisasi, Pasteurisasi, Pendinginan dan mencampurkan flavor lalu filling. Termasuk pula water treatment yang dalam fase pengolahkan susu memegang peranan yang sangat penting.

Setelah penanda tanganan Berita Acara Serah Terima dilakukan ke dua belah pihak, maka tim PENS berikutnya masih akan mendampingi dalam hal sharing seputar cara pengoperasional alatnya.

“Sebagai UKM, moment hari ini sangat kita tunggu-tunggu. Dengan diserahkan mesin hari ini, maka setelah ini kami akan mencoba memulai produksi, minimal untuk yang plain (tawar). Meskipun nanti belum sepenuhnya otomasi, kami akan coba memproduksi sebagian terlabih dahulu. Jadi untuk koordinasi pasteurisasi butuh SOP dan ke depan, “kata Choirul Saleh, Pimpinan KUBE PSP Maju Mapan.

Masih menurut Choirul, Permintaan susu olahan di pasar mulai merangkak. “Kita harus mulai mencoba menggenjot produksi, minimal yang plain. Karena pasarnya sudah ada, seperti café-café, mereka banyak membutuhkan,“ katanya.

Mesin pasteurisasi yang banyak dipakai biasanya diimpor dari China, dengan spesifikasi bermacam-macam. Sementara, mesin yang dikembangkan di KUBE PSP Maju Mapan ini merupakan mesin murni kolaborasi antara kampus dengan DUDI, yang juga menyasar industri skala kecil dan butuh penyempurnaan.
Kelompok Usaha Bersama Peternak Sapi Perah (KUBE PSP) Maju Mapan ini sudah berdiri lama dan membina 325 peternak dengan jumlah populasi 1200 an sapi. Sebagai Pembina peternak, Maju Mapan harus mengupayakan bagaimana kualitas susu yang dihasilkan oleh para peternak ini bagus.

“Alhamdulilllah, kualitas susu kita di pabrik masih tergolong grade 1. Nah untuk grade 1 ini kami harus bekerjasama dengan peternak, untuk meningkatkan kualitas susu. Yang kami lakukan yaitu membina peternak melalui pendampingan dan melakukan control terhadap kualitas susu, dalam sisi higinitas, kadar lemak, dan lain sebagainya,” kata Choirul.

Walau selama ini hanya sebagai supplier susu di pabrik dan industri pengolahan lainnya, KUBE PSP Maju mapan berharap jika pasteurisasi ini sudah berjalan maka akan ada nilai tambah untuk meningkatkan kesejahteraan peternak. “Kualitas susu ok, akan meningkatkan harga jual ke peternak,”katanya sambil tersenyum.

Persaingan di pabrik pun mulai peningkat. Jumlah supplier baru bermunculan sekaligus mengembangkan pasteurisasi juga makin banyak. Namun KUBE PSP Maju Mapan tetap yakin, karena pasteurisasi yang dikembangkan ini berbeda dengan keunggulan pada bahan perasa herbal, sehingga rasa susu dijamin lebih enak dan aman dikonsumsi. Apalagi ditunjang dengan mesin yang otomasi, dimana material susu ini sama sekali tidak tersentuh oleh tangan, sehingga unggul pula dalam higinitasnya.

Mesin Pateurisasi Susu Herbal Otomatis ini awalnya dikembangkan oleh dosen Mekatronika PENS, Eko Budi Utomo beserta koleganya. Mulai dari melakukan design hingga pengembangannya. “Apresiasi saya untuk Bapak Eko Budi Utomo atas dedikasinya terhadap pembuatan inovasi ini. Sejak alat masih belum ada hingga terinstal. Semoga ke depan makin banyak inovasi-inovasi PENS untuk masyarakat luas,” harap Aliridho. [but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar