Pendidikan & Kesehatan

Diduga Gabung GARBI

Pengurus dan Pengawas Yayasan Permata Mojokerto Diberhentikan

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak enam orang pengurus dan pengawas Yayasan Permata Mojokerto diperhentikan. Pemberhentian 4 pengurus dan 2 Dewan Pengawas tersebut diduga karena mereka bergabung dengan Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI).

Keenam orang yang dipecat oleh Dewan Pembina Yayasan Permata Mojokerto adalah Ketua Yayasan Cholid Firdaus, Sekretaris Yayasan Suhendra, Bendahara Yayasan Sukamat, Wakil Bendahara Yayasan Odiek Prayitno, serta Pengawas Yayasan Permata Mojokerto Budi Rahayu dan Pramudya.

Ketua Yayasan Permata Mojokerto Cholid Firdaus mengatakan, keenam orang yang dipecat hanya mendapatkan surat pemberitahuan dari Dewan Pembina Yayasan pada Rabu (9/4/2019) pekan lalu. “Diberhentikan secara mendadak,” ungkapnya, Selasa (16/4/2019).

Masih kata Cholid, pemberhentian keenamnya tanpa alasan jelas dan tanpa peringatan sebelumnya. Menurutnya, masih ada satu pengurus yayasan yang tidak dipecat karena diduga masih aktif di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Mojokerto.

“SK pemberhentian belum kami terima. Hanya pemberitahuan saja. Kami minta akta notaris dan SK tidak dikasih. Padahal masa bakti kita habis tahun 2021 jadi masih ada dua tahun lagi. Surat pemberhentiannya juga dilakukan dengan tidak etis,” katanya.

Cholid menjelaskan, mereka menerima surat pemberhentian tidak secara prosedural. Surat pemberhentian Sukamat diselipkan di jok sepeda motor, surat pemberhentian Suhendro dititipkan di sebuah warung. Pihaknya menduga pemberhentian keenamnya karena bergabungnya mereka dengan GARBI.

GARBI merupakan organisasi masyarakat (ormas) baru sempalan dari PKS yang digagas Anis Matta dan Fahri Hamzah. Meski begitu, pihak yayasan tidak memberitahu alasan pemberhentian keenamnya termasuk memberikan Surat Keputusan (SK) terkait pemberhentian tersebut.

“Ada indikasi kesana (gabung GARBI, red), karena enam orang itu, termasuk saya ikut GARBI Kota Mojokerto, tapi tidak disampaikan. Cuma kami sudah tahu sama tahulah kalau yang diberhentikan ini semua bergabung dengan GARBI,” tuturnya.

Pasca keenamnya diberhentikan, lanjut Cholid, pengurus Yayasan Permata Mojokerto yang baru langsung bertugas. Mereka juga melakukan sosialisasi adanya pergantian pengurus ke sekitar 170 tenaga pendidik.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Permata Mojokerto, Ifan Hambali menepis jika pemberhentian keenamnya karena bergabung dengan GARBI. “Pergantian pengurus dilakukan untuk membersihkan Yayasan Permata Mojokerto dari unsur kepartaian,” jelasnya.

Pembina dengan pengurus sudah sepakat untuk membersihkan yayasan dari unsur partai dengan tujuan agar yayasan lebih profesional. Ifan mengaku, ia sendiri juga sudah mundur dari Yayasan Permata Mojokerto.

Yayasan Permata Mojokerto adalah Yayasan yang menaungi Sekolah Islam Terpadu (SIT) Permata. Lembaga pendidikannya meliputi Unit Pre School (Play group), Taman Kanak-kanak (TK), SDIT Permata dan SMPIT Permata. Total siswa saat ini mencapai lebih dari 1.000 orang.

Ada tiga lokasi, TKIT Permata dan SMPIT Permata terletak di Lingkungan Tropodo, Kelurahan Meri, sementara SDIT Permata berada di Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar