Pendidikan & Kesehatan

Penguatan Ekonomi, Ketua Banggar DPR RI Sarankan Ponpes Buka Perguruan Tinggi Perbankan Syariah

Sumenep (beritajatim.com) – Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, mengusulkan agar pondok pesantren membuka perguruan tinggi dengan basis perbankan syari’ah.

“Akibat pandemi ini, banyak bank yang mulai kolaps dan bankrut. Karena itu, sudah semestinya pondok-pondok pesantren punya perguruan tinggi yang ‘concern’ pada perbankan syari’ah. Ini supaya ekonomi umat kuat,” katanya, Minggu (11/10/2020).

Hal itu disampaikan Said Abdullah saat berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Islam, Karang Cempaka Bluto. Dalam kesempatan itu, pengasuh PP Nurul Islam, KH Ramdlan Siraj yang juga mantan Bupati Sumenep dan KH Ilyasi Siraj menyampaikan tentang pendidikan di pondok pesantren yang dikelolanya, terutama perguruan tinggi.

Dalam pertemuan yang berlangsung ‘gayeng’ itu, Said yang juga putra asli Sumenep ini memohon doa dan dukungan dari para ulama dan habaib, agar Indonesia bisa keluar dari cobaan Covid-19. “Penanganan Covid-19 saat ini menjadi landasan dalam pemulihan sosial dan ekonomi nasional. Sehingga mengakhiri wabah merupakan langkah nyata,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut anggota DPR RI empat periode ini, percepatan dan efektifitas belanja penanganan Covid-19 diarahkan untuk penguatan bidang kesehatan, perlindungan sosial, insentif usaha, UMKM, pembiayaan koperasi, dan sektor ekonomi lainnya. “Pembahasan anggaran adalah fungsi paling berat di DPR ketimbang fungsi legislasi dan pengawasan. Kami berharap Covid-19 segera berlalu, sehingga ekonomi kita bisa segera pulih,” harapnya.

Selain berbincang masalah-masalah serius, pertemuan tersebut juga dipenuhi guyonan-guyonan ringan. Salah satunya dilontarkan KH Ilyasi Siraj yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Sumenep. “Pak Said ini dulu sering dipanggil bang Said. Tapi sekarang berubah jadi bang-gar,” ucapnya disambut gelak tawa seluruh yang hadir.

Di bagian akhir kunjungan, Said pun meminta doa agar dirinya tetap sehat, mengingat tugas sebagai Ketua Banggar sangat berat. “Banyak sekali cobaan dalam pembahasan keuangan negara. Lebih-lebih pada situasi pandemi seperti sekarang ini. Jadi mohon dukungan dan doanya dalam saya menjalankan tugas sebagai Ketua Banggar,” pintanya. (tem/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar