Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Pengobatan Gratis, Musala Al Zahid Kemendung Jombang Libatkan Ahli Bekam Tanduk

Peserta pengobatan gratis di Musala Al Zahid sedang menjalani bekam tanduk, Kamis (26/5/2022)

Jombang (beritajatim.com) – Saikhu (46) tidur tengkurap di atas lantai Musala Al Zahid Dusun Kemendung, Desa Mojokambang, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, Jawa Timur, Kamis (26/5/2022). Tubuhnya terbuka tanpa baju. Sekitar sembilan tanduk kerbau menempel di atas pinggul pria bertubuh tambun ini.

Di dekat Saikhu, seorang terapis sibuk membersihkan tanduk kerbau lainnya. Tak jauh dari tempatnya duduk, ada tas ransel yang berisi berbagai peralatan terapi. Ketika tanduk yang mencengkeram pinggul Saikhu diangkat, nampak cairan merah kental.

Saikhu merupakan salah satu peserta pengobatan gratis yang digelar oleh takmir Musala Al Zahid. Dia mengeluhkan sakit encok/pinggang yang teramat sangat. Sakit itu kerap kambuh. Utamanya ketika sehabis melakukan pekerjaan berat.

“Saya baru saya perjalanan jauh. Yakni dari Mantingan, Kabupaten Ngawi ke Jombang. Mantingan itu berbatasan denga Sragen Jawa Tengah. Kemarin naik motor dari sana. Lebaran ke rumah mertua. Setelah itu encok saya kambuh. Pinggang rasanya sakit,” kata pedagang mie dan nasi goreng yang biasa mangkal di tepi jalan raya Dusun Kemendung.

Gayung pun bersambut. Saat mengalami keluhan tersebut, Musala Al Zahid mengadakan pengobatan tradisional secara gratis. Tentu saja, selain Saikhu, puluhan warga lainnya ikut mendaftar. Dalam kegiatan ini, takmir Musala Al zahid menggandeng GBJ (Guasha Bekam Jawa Timur) dan bekam tiksar (titik sasaran) . Sedikitnya ada tujuh terapis terlibat dalam kegiatan sosial ini.

Peserta pengobatan gratis di Musala Al Zahid Kemendung Jombang

Para terapis itulah yang menangani para pasien. Mulai memijit hingga membekam. Warga sangat antusias mengikuti acara yang digelar mulai pukul 09.00 WIB itu. Mereka duduk rapi sembari menunggu giliran. “Ada 25 orang lebih yang mengikuti pengobatan gratis,” kata Syamsul Huda, salah satu takmir musala.

Syamsul menjelaskan, pengobatan gratis sudah direncanakan sejak Ramadan kemarin. “Alhamdulillah hari ini bakti sosial pengobatan gratis dengan metode bekam ini terlaksana. Semoga, semua warga di sini senantiasa diberikan kesehatan,” kata Syamsul yang ditemui di lokasi.

Rozaq Ansori, salah satu terapis menjelaskan, bekam adalah pengobatan alternatif yang kini menjadi salah satu pilihan masyarakat. Bekam atau hijamah merupakan peninggalan dari zaman Rasulullah SAW dan menjadi pengobatan yang disarankan.

Menurut Ansori, bekam memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Mulai melancarkan peredaran darah, hingga bisa meredakan nyeri dan rasa sakit pada pinggang, bahu, dada, punggung, perut, serta encok. “Selain itu manfaat bekam bagi kesehatan bisa mengatasi beberapa keluhan seperti sakit gigi, migrain, batuk, dan tekanan darah tinggi,” ujarnya.

Seorang pasien sedang dipijit oleh terapis

Saat menjalani bekam tanduk, seseorang akan dipijat terlebih dulu dengan tujuan agar rileks. Setelah itu bekam dimulai. Terapis menghangatkan tanduk dengan api lalu ditaruh di posisi yang sakit. Nah, dari situlah tanduk tersebut menyedot darah ‘kotor’ pada tubuh pasien. “Selain tanduk kerbau, kami juga meggunakan mangkuk plastik untuk bekam,” ujarnya.

Ansori juga mengungkapkan bahwa bekam adalah teknik terapi di mana kulit seseorang disedot dengan alat khusus untuk mengatasi masalah kesehatan. “Bekam dengan teknik kering dilakukan hanya dengan menyedot biasa, sementara pada bekam basah, darah kotor dikeluarkan untuk membuang penyakit,” pungkas Ansori. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar