Pendidikan & Kesehatan

Penggunaan KB Pria di Jatim Mencapai 5 Persen

Surabaya (beritajatim.com) – Program KB atau perencanaan kehamilan melalui alat kontrasepsi juga bisa dilakukan oleh seorang pria. Tetapi Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur Sukaryo Teguh Santoso menjelaskan KB pria justru jarang diminati oleh sebagian pasangan suami istri (pasutri).

Sukaryo mengatakan peminat KB pria di Jatim masih di bawah 5 persen. Akan tetapi jika dilihat dari aspek kuantitatif KB pria cukup besar, terutama pada KB vasektomi.

“Sebetulnya yang ideal di atas 5 persen. Namun jika dilihat dari segi vasektomi, menurut saya sudah cukup luar biasa, karena didukung tokoh masyarakat. Meskipun belum merata di seluruh kabupaten dan kota di Jatim,” ujar Sukaryo, Rabu (30/12/2020).

Pria yang menggunakan metode KB vasektomi saat ini masih didominasi oleh daerah Situbondo, Blitar, Malang, Surabaya dan lain sebagainya. Pihaknya juga menjelaskan mengapa KB pria masih rendah di Jatim, karena disebabkan oleh istri yang melarang menggunakan KB, ada yang juga takut impoten jika menggunakan metode Vasektomi.

“Jadi ada yang dilarang istrinya, ada yang vasektomi nantinya jadi impoten ngga berfungsi. Ada juga yang merasa nggak percaya diri. Kultur juga menjadi masalah di kalangan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu permasalahan lainnya adalah terbatasnya jenis kontrasepsi untuk pria di saat ini. Ia menambahkan, saat ini hanya tersedia metode kontrasepsi yakni vasektomi dan kondom. Menurutnya hal tersebut menjadi PR bagi BKKBN Jatim kedepannya untuk menciptakan variasi kontrasepsi untuk pria. “Yang lainnya kan banyak, lebih dari empat. Khusus yang pria ini hanya ada vasektomi dan kondom. Jadi kedepannya, BKKBN akan mengembangkan lagi varian kontrasepsi,” tandasnya. [kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar