Pendidikan & Kesehatan

Pengguna Jalan Keluhkan Keberadaan PKL Depan SDN Balongsari

Mojokerto (beritajatim.com) – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) dan kendaraan wali murid di depan sekolah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Balongsari, Kota Mojokerto dikeluhkan para pengguna jalan. Pasalnya, keberadaan mereka membuat Jalan Benteng Pancasila macet.

Para PKL menggelar dagangannya di depan pintu masuk SDN Balongsari memakan hampir separuh jalan. Ditambah kendaraan para wali murid yang mengantar maupun menjemput sekolah. Ini menyusul tidak adanya parkir di sekitar sekolah menambah semrawutnya Jalan Benteng Pancasila.

Kondisi ini kerap terjadi jelang jam pelajaran akan dimulai dan jam jelang pulang sekolah. Para PKL sudah mulai mempersiapkan dagangannya jelang jam masuk dan pulang sekolah. Praktis memakan bahu jalan yang mengakibatkan para pengguna jalan berhati-hati.

Salah satu warga Kranggan, Ilyas (40) mengaku, tidak nyaman dengan adanya parkir liar dan para PKL tersebut. “Pengguna jalan yang lewat di sini harus berhati-hati, takutnya ketika kecelakaan yang disalahkan adalah pengguna jalan,” ungkapnya, Selasa (13/8/2019).

Hal senada juga diungkapkan oleh Fepi (35). Padahal di ujung Jalan ada Pos Polisi yang seharusnya menjadi perhatian petugas agar tidak mengganggu arus lalu lintas dan memakan badan jalan. “Harusnya menjadi perhatian karena berada di kawasan sekolah,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono mengatakan, pihaknya telah menurunkan beberapa personilnya untuk mengawasi PKL di depan SDN Balongsari. “Kami sudah turunkan personil untuk mengawasi,” jelasnya.

Para PKL hanya boleh berjualan saat jam pelajaran berlangsung, lanjut Dodik, selebihnya mereka harus segera meninggalkan lokasi. Untuk parkir para wali murid, pihaknya sudah berkoordinasi dengan sekolah untuk mengatur dan mengawasi kendaraan wali murid dengan tujuan lalu lintas tidak terganggu.

“Kami turunkan beberapa personil untuk mengawasi para PKL di SDN Balongsari agar mereka berdagang selama jam sekolah. Bila lewat jam sekolah, para pedagang kaki lima akan kami arahkan untuk beranjak ke tempat lain. Sehingga mereka tidak akan berjualan di lingkungan tersebut,” tuturnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar