Pendidikan & Kesehatan

Pengenalan Sekolah di Malang, Siswa Hanya Masuk 2,5 Jam

Wali Kota Malang, Sutiaji meninjau MPLS di SMAN 2 Malang.

Malang(beritajatim.com) – Beberapa SMA atau SMK di Malang mulai melakukan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa barunya, Senin, (13/7/2020). Salah satunya SMAN 2 Kota Malang yang baru saja ditetapkan sebagai sekolah tangguh pencegahan Covid-19.

Kepala Sekolah SMAN 2 Malang, Heryanto mengatakan di hari pertama sekolah siswa melakukan pengenalan lingkungan dan tes potensi siswa. Dilakukan secara offline, namun tetap mengacu protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat. MPLS ini mengikuti nota dinas dari kepala dinas pendidikan Provinsi Jatim Cabang Malang. MPLS berupa kunjungan ke sekolah, dilakukan tidak lebih dari 2,5 jam.

“Di tiap kelas, hanya diisi sekitar 10 siswa dengan bangku berjarak. Semua siswa wajib menggunakan masker dan face shield. Selain itu, siswa yang masuk pun juga harus membawa surat pernyataan sehat dari orang tua,” ujar Heryanto.

Heryanto mengatakan, pada tahun ini pihaknya menerima 300 lebih siswa baru. Saat masa pengenalan sekolah mereka dibagi menjadi 8 gelombang. Masing-masing gelombang diikuti oleh 42 siswa. Selanjutnya 42 siswa ini dibagi menjadi 4 kelompok disetiap gelombang. Sehingga satu kelas hanya diisi oleh 10 atau 11 siswa saja dengan penerapan physicial distancing.

“Sebenarnya tes potensi atau peminatan bisa dilakukan secara daring, tetapi di sekolah kami sengaja didesan secara offline atau luring, ada satu pengawas yang memantau tes siswa. Dari tes ini mereka akan dimasukan ke kelompok belajar MIPA, IPS, bahasa atau budaya,” tandasnya.

Selain itu, setelah tes dan masa pengenalan selesai disetiap gelombang Satgas Covid-19 secara rutin melakukan penyemprotan desinfektan di bangku ruang kelas. Mereka juga telah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) di masa adaptasi kebiasaan baru. Seperti cuci tangan, wajib bermasker dan jaga jarak. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar