Pendidikan & Kesehatan

Pengambilan Rapor di SMPN 1 Mojowarno Jombang Tanpa Turun dari Kendaraan

Guru SMPN 1 Mojowarno Jombang membagikan rapor secara drive thru, Jumat (18/6/2021)

Jombang (beritajatim.com) – Guna mencegah kerumunan, pembagian rapor di SMP Negeri 1 Mojowarno, Jombang, Jawa Timur, menggunakan sistem drive thru atau layanan tanpa turun (lantatur), Jumat (18/6/2021). Karena dengan sistem tersebut wali murid tidak berjubel di sekolah.

Rapor milik masing-masing murid ditaruh di atas meja halaman sekolah. Seorang guru berjaga di meja tersebut. Selanjutnya, wali murid bersama anaknya mengendarai motor mendatangi meja tersebut. Rapor diserahkan, wali murid pun melaju. Begitu seterusnya. Semua berlangsung tertib.

Selain itu, pengambilan rapor tersebut juga menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Seluruh guru, wali murid, memakai masker. Saat memasuki lingkungan sekolah, mereka juga mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan di sekolah yang beralamat di Jalan Merdeka Desa Mojojejer itu.

Kepala SMP Negeri 1 Mojowarno, Yoni TJ Kurnianto mengatakan, pihaknya sudah meminta izin ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang terkait pembagian rapor secara drive thru. Apalagi, hal tersebut juga pernah dilakukan pada semester satu.

“Alhamdulillah semuanya lancar. Karena saat ini masih pandemi, kita menghindari kerumunan. Pembagian rapor menggunakan sistem drive thru. Ini sesuai protokol kesehatan. Kami idak mengumpulkan orang tua atau wali murid maupun siswa itu sendiri,” kata Yoni.

Selain itu, menurut Yoni, pembagian rapor secara drive thru juga bertujuan menjaga privasi masing-masing anak didik. Selain itu, prosesnya lebih cepat. Ketika rapor diproses secara online dengan cara memindai, maka membutuhkan waktu cukup lama.

“Ini masa kenaikan kelas. Ada juga anak didik yang terhambat (tinggal kelas). Kami harus melindungi privasi mereka. Kalau sistem online, yang tinggal kelas bisa diketahui teman-temannya. Ini tidak bagus untuk psikologis anak didik. Makanya privasi mereka kita lindungi dengan metode off line ini,” katanya.

Bagi Yoni, pembagian rapor secara drive thru juga lebih simpel. Untuk kelas VII yang berjumlah 285 siswa dibagi 3 shift. “Sedangkan kelas VIII kita bagi besok. Sementara kelas IX sudah kelulusan,” pungkas Yoni. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar