Pendidikan & Kesehatan

Pengambilan Paksa Jenazah Covid, Petugas Kantongi 76 Nama

Sumenep (beritajatim.com) – Hasil penelusuran yang dilakukan tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep terhadap kontak erat warga dengan jenazah Covid-19 yang diambil paksa oleh pihak keluarganya dari RSI Kalianget, Sumenep, ada 76 nama yang akan menjadi sasaran tracing.

“Berdasarkan pendataan kami hari ini, ada sekitar 76 warga yang menjadi sasaran tracing,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Agus Mulyono, Senin (25/1/2021).

Ia menjelaskan, kontak erat sasaran tracing itu akan ditindaklanjuti dengan pelaksanaan rapid test di Puskesmas Saronggi. “Rapid test akan dilakukan secara bertahap. Kami sudah siapkan alat rapid test itu di Puskesmas Saronggi,” ujarnya.

Sebelumnya, jenazah atas nama Hj. SHY (47), warga Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, Sumenep dibawa pulang paksa dari RSI Kalianget oleh keluarganya. Mereka menolak pemakaman dengan protokol Covid-19 dan memilih membawa paksa jenazah untuk dimakamkan dengan prosedur umum.

Penjelasan dari RSI Kalianget, pasien tersebut masuk ke RSI pada 11 Januari 2021. Pasien sudah pernah diperiksa ke RS Paru Pamekasan dengan diagnosa radang paru-paru. Ketika masuk RSI, pasien tersebut berstatus suspek Covid-19. Pada 12 Januari 2021 dilakukan tes swab terhadap pasien itu. Pada 13 Januari, hasil swab keluar dan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. [tem/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar