Pendidikan & Kesehatan

Pengamat Pendidikan: Kalau Sekolah Sudah Setara, Tak Ada Alasan Tolak Zonasi

Jember (beritajatim.com) – Pengamat manajemen pendididikan dan Wakil Rektor III Universitas Jember Sulton Masy’ud menilai, zonasi sekolah memiliki persyaratan yang harus dipenuhi sebelum diterapkan secara ketat.

“Syaratnya, misalkan Jember dibagi empat atau lima wilayah zona, sebelum dilaksanakan sistem zonasi, di masing-masing wilayah harus dibangun sekolah yang setara. Kalau di zona timur didirikan dua sekolah bagus, maka di seluruh zona harus didirikan dua sekolah bagus dan setara ,” kata Sulton kepada wartawan, Minggu (30/6/2019).

Dengan demikian, lanjut Sulton, tak ada siswa yang dirugikan. “Kalau nanti dibangun sekolah yang setara di setiap zona, sudah tak ada masalah, maka tak ada alasan menolak zonasi,” katanya.

Selain itu harus ada regulasi pemerataan guru, sehingga setiap zona setara. “Itu baru namanya tidak mengganggu hak asasi, karena di mana-mana bagus,” kata Sulton.

Sejauh itu, menurut Sulton, manajemen pendidikan seperti itu belum dilakukan. “Harus ada kebijakan bupati atau gubernur. Guru-guru yang dipindah ke sebuah zona ya harus mau. Tapi bukan hanya dipaksa dipindah. Kalau terlalu jauh dengan rumah, kompensasinya apa. Itu baru adil namanya,” katanya.

Tapi bagaimana jika zonasi sudah diterapkan seperti saat ini, sementara mutu sekolah belum setara? “Kita tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali memang pemerintah menyusul (membuat) regulasi mana sekolah yang diunggulkan, mulai sekarang ditatalah gurunya, ditatalah sistemnya, ditatalah sarananya. Harus diikuti dengan itu. Kalau tidak diikuti dengan itu, nanti korbannya anak-anak pandai di desa. Padahal selama ini yang berprestasi di SMP 1 dan SMP 2 yang banyak adalah anak-anak di desa-desa itu,” kata Sulton. (wir/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar