Pendidikan & Kesehatan

Pengabdian Umsida di Masyarakat: Desa Bersyair Syariah

Sidoarjo (beritajatim.com) – Kalialo adalah sebuah kampung yang terisolasi di dalam tambak dalam wilayah desa Kupang Jabon, dekat dengan pesisir laut timur Sidoarjo. Hanya akses sepeda motor yang dapat masuk ke sana, malalui pematang tambak, jalan yang tidak seberapa baik.

Dalam kurungan tersebut masyarakat hidup damai dengan bertani tambak (udang, bandeng, dan rumput laut). Alam di sana selalu sejuk dengan angin yang selalu berhembus menembus sebuah jenc]dela sekolah bendidinding kayu, angin dan beberapa pohon rindang selalu menemani tempat permainan anak-anak kampung Kalialo.

Di halaman sekolah SDN Kupang IV tim PSPB (Pusat Studi Pendidikan dan Budaya) yang beranggota: Joko Susilo, Vidya Mandarani, Dwi Nastiti, dan Khizanatul Hikmah dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengajak anak-anak bermain-main dengan kata-kata. Adalah pelatihan penulisan puisi dengan tema-tema syukur kepada Tuhan.

“Kegiatan ini kami lakukan sejak bulan Januari 2021, kami mengajak anak-anak menulis puisi tentang syukur terhadap Tuhan yang telah menciptakan alam Kalialo yang indah, hasil tambak berkah Tuhan yang selalu memberi penghidupan bagi keluarga mereka, dan harapan serta cita-cita mereka” ujar Joko Susilo ketua PSPB Umsida.

“Kegiatan ini kami lakukan dengan sangat memperhatikan protocol kesehatan, dan beberapa materi kami unggah di youtube sehingga kami tidak selalu harus bertemu,” imbuhnya.

Muhammad Maksum kepala SDN Kupang IV mengatakan bahwa anak-anak perlu diberi kegitan yang merangsang kreativitas. “Kegiatan ini membantu meningkatkan kreativitas siswa-siswa kami, dan mengisi kegiatan di rumah anak-anak,” katanya.

“Untungnya sekolah kami sudah mempunyai akses wifi gratis, sehingga pembelajaran penuisan puisi secara daring dapat dilakukan juga,” ujarnya lagi.

Pelatihan rencananya akan dilakukan sampai 3 tahun. Kegiatan dimulai dari motivasi bagi para siswa dan guru tentang pentingnya menulis, kegiatan mencari inspirasi dari alam, dan akhirnya kumpulan puisi tersebut nanti akan dibukukan dan dipublikasikan lebih luas. Diharapkan dari kampung pedalaman yang terisolasi ini akhirnya decanal secara luas olah masyarakat melalui syair syariah-nya. [but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar