Pendidikan & Kesehatan

Penderita TBC di Pamekasan Meningkat

Pamekasan (beritajatim.com) – Jumlah penderita penyakit Teberculosis atau yang lebih dikenal dengan penyakit Tubercle Bacillus alias TBC di Kabupaten Pamekasan, meningkat hingga mencapai angka 76 persen dalam setahun terakhir.

“Jumlah tersebut terdiri dari sebanyak 251 positif TBC pada 2018, sekaligus naik pada angka sebanyak 441 positif TBC pada 2019 lalu,” kata Ketua Sub-Sub Recipient (SSR) TB HIV Care Aisyiyah Pamekasan, Ruhayati, Selasa (7/1/2020).

Data tersebut berdasar hasil investigasi yang dilakukan kader SSR Pamekasan, khususnya dalam setahun terakhir dengan sasaran acak di 13 kecamatan berbeda di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

Tercatat sebanyak 920 rumah disekitar indeks (pasien) dengan minimal 20 orang di sekitar indeks. Sedikitnya tercatat 18.400 orang telah diberikan penyuluhan dan edukasi, serta dilakukan screening. “Selanjutnya yang memenuhi syarat rujukan TBC akan diberikan Surat Pengantar ke Puskesmas Setempat untuk dilakukan Pemeriksaan TBC,” ungkapnya.

“Jadi selama 2019 tercatat sebanyak 441 pasien dinyatakan positif dari 4.144 suspek (orang yang diduga), terdiri dari 15 pasien TBC Anak dibawah 15 tahun dan 99 Orang Lansia di atas 60 tahun, sisanya pada rentang usia 16-59 tahun sebanyak 327 orang. Sehingga jumlah Pasien Positif tersebut naik dari 2018-2019,” imbuhnya.

Namun tidak hanya penderita, proses penyembuhan dalam rentang waktu tersebut juga mengalami kenaikan. “Berdasar catatan kami, sebanyak 105 pasien dinyatakan sembuh pada 2018. Termasuk sebanyak 361 pasien juga tercatat menjalani proses pengobatan dan penyembuhan,” jelasnya.

“Tidak kalah pasti, jumlah kesembuhan tersebut nantinya juga akan bertambah. Karena mengingat masih ada pasien positif sedang menjalani masa pengobatannya selama 6 hingga 9 bulan kedepan ataupun yang belum dilaporkan,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga memprediksi suspek dan positif masih akan terus bertambah pada 2020. Mengingat masih banyaknya masyarakat yang masih kurang peduli terkait penularan dan pencegahan TBC. “Memang pada umumnya masyarakat masih menganggap penyakit TBC adalah penyakit Cekkek atau Penyakit Turunan,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan. Khususnya seputar penderita penyakit Teberculosis atau yang lebih dikenal dengan penyakit Tubercle Bacillus alias TBC di Kabupaten Pamekasan. [pin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar