Pendidikan & Kesehatan

Penderita Katarak di Lamongan Capai 11.847 Orang

Lamongan (beritajatim.com) – Penyakit katarak masih menjadi momok menakutkan sampai sekarang. Gangguan atau kelainan mata tersebut menjadi penyebab kebutaan nomor satu atau yang terbesar di Indonesia bahkan dunia.

Satu-satunya solusi untuk penyembuhan penyakit ini adalah dengan dilakukannya operasi katarak.

Berdasarkan catatan di Klinik Mata Utama (KMU) Lamongan selama September 2020, ada 11.847 penderita yang terdiagnosa katarak.

“Jumlah tersebut diperkirakan bisa bertambah. Sebab, banyak pula dari penderita ini memiliki gangguan penglihatan atau refraksi seperti minus, silinder, mata tua, hingga rabun dekat,” ujar dokter Klinik KMU Lamongan, dr Rina Wulandari, SpM, Selasa (17/11/2020).

Masih menurut Rina, katarak adalah suatu keadaan di mana lensa mata yang biasanya jernih dan bening menjadi keruh. Fakta menarik dari operasi katarak ini lensa yang digunakan untuk mengganti lensa mata keruh pada pasien sekaligus untuk mengatasi mata minus dan gangguan refraksi lain.

“Pasien dapat mengatasi mata minus sekaligus dalam satu kali operasi katarak, tentunya berdasar konsultasi dari dokter spesialis mata,” paparnya.

Ia menjelaskan lensa intraokular (IOLs) premium merupakan lensa pengganti yang ditanamkan dalam mata untuk menggantikan lensa mata alami yang dilepas ketika operasi katarak. Karena sudah menjadi tren dan diminati banyak pasien.

Salah satu pengguna lensa premium (IOLs premium) untuk operasi katarak adalah Nuraini Indah (38), perempuan asal Kecamatan Deket, Lamongan.

Aini nama panggilannya mengaku memilih jenis lensa premium ini untuk mempermudah aktivitas ibunya pasca operasi katarak. Kebetulan orangtua melakukan operasi katarak dan memiliki gangguan mata rabun dekat

“Jadi saya putuskan pilih lensa premium agar setelah operasi katarak penglihatannya jelas, dan tidak ada lagi rabun,” pungkasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar