Pendidikan & Kesehatan

Pencegahan Covid Dominasi Topik KKN Mahasiswa UWK

Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah Pandemi, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) mengambil peran sebagai agen preventif Covid-19. Sebanyak 40 persen dari jumlah mahasiswa yang saat ini tengah mengambil mata Kuliah Kerja Nyata (KKN) memilih topik yang membantu masyarakat dalam pencegahan Covid-19.

Dr Ir Hary Sastria Wanto, Ketua LPPM UKWS mengatakan bahwa fokus KKN kali ini adalah pemberdayaan masyarakat terdekat dengan rumah atau tempat tinggal mahasiswa.

“Banyak mahasiswa kami yang inisiatif sendiri untuk melakukan sesuatu yang berguna di masa pandemi ini, mereka melakukan penyuluhan di kampung masing masing, membagikan masker, membuat disinfekstan alami dan menyemprot kan ke rumah rumah warga sekitarnya,” ujar Hary, Selasa (21/7/2020).

Seperti contoh, Ale, mahasiswa PGSD UWKS yang saat ini sedang berada di NTB melakukan KKN di desanya secara mandiri, di Desa Kore, Sanggar Kabupaten Bima. Ale memasang banner dan poster pencegahan Covid-19, menyemprotkan disinfekstan, dan memberikan pemahaman pentingnya pakai masker dan cuci tangan terutama bagi anak anak dan lansia.

Selain itu, ada KKN dari mahasiswa Fakultas Hukum yang melakukan penyuluhan, pembagian masker dan pembagian sarana cuci tangan di 3 pasar, yakni Dukuh Kupang, Wonokitri, dan Gayung Sari dan 1 kampung yakni Dukuh Kupang gang Lebar.

Dr Umi Enggarsari, Selaku Dekan FH UKWS mengatakan bahwa juga ada agenda pemberian sembako dari mahasiswa yang dananya dialokasikan dari 50 persen dana KKN.

“Jadi selama pandemi ini kami mengembalikan 50 persen biaya KKN yang termasuk di uang SPP itu untuk di kembali ke mahasiswa untuk digunakan kembali sebagai dana KKN. Terserah anak anak mau diapakan uang itu, kemudian banyak yang dibuat bagi bagi sembako,” ujar Umi.

Retno Wulandari, mahasiswa FH, mengaku kegiatan penyuluhan dan bagi bagi masker juga alat cuci tangan di 3 pasar tentunya sebagai tantangan tersendiri, tapi ia mengaku tak gentar karena dirinya dan kawan kawannya yakin apa yang mereka lakukan malah akan membawa dampak positif.

“Awalnya sempat ragu, tapi ternyata KKN dan terjun langsung ke pasar tidak semenakutkan yang diberitakan, 3 Pasar yang kita datangi, semua kooperatif, saat kami edukasi mereka tidak ada penolakan,” ungkap retro. [but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar