Pendidikan & Kesehatan

Penanganan Pasien Positif Covid-19 Pertama di Bojonegoro yang Meninggal Tertangani dengan Baik

Pemerintah Kecamatan melakukan rapat koordinasi penanganan Covid-19 bersama kepala desa.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kasus Corona Virus Disaes (Covid-19) yang dinyatakan positif pertama di Kabupaten Bojonegoro berada di Desa Penganten Kecamatan Balen. Pasien positif kemudian meninggal dunia pada Sabtu (28/3/2020).

Penanganan pasien yang terkonfirmasi positif dan meninggal tersebut berjalan lancar dan tidak meninggalkan keresahan di masyarakat. Pemerintah desa dan kecamatan membuat kebijakan yang tegas sehingga tidak terjadi konflik.

Camat Balen Nanik Lusetiyani menceritakan pengalaman menjadi daerah yang pertama menjadi zona merah menjadi pengalaman agar desa lain yang ada di Kecamatan Balen lebih siap dalam mengambil kebijakan penanganan bencana non alam virus corona. “Dalam penanganan Covid-19 ini memang harus ada ketegasan dari muspika,” ungkapnya, Jumat (17/4/2020).

Sebelumnya pihak ahli waris korban corona sudah melakukan rapat keluarga untuk memakamkan jenazah di pemakaman asal kelahiran korban di Kecamatan Kedungadem. Namun, dengan tegas pihak muspika dengan tegas menolak rencana tersebut dan memakamkan di pemakaman Balen.

“Kalau sampai di makamkan di Kedungadem bisa jadi ada penolakan dari warga di sana. Proses penguburannya juga tidak ada orang di pemakaman maupun yang melakukan takziah. Untuk penggali kubur juga dari pihak keluarga sendiri,” jelasnya.

Setelah ditetapkan positif sampai sekarang pihak keluarga juga tidak diperkenankan keluar rumah atau melakukan isolasi mandiri. “Untuk makan dan minum diantar ke rumah oleh tim. Tapi Alhamdulillah pihak keluarga yang meninggal semua dinyatakan negatif,” jelasnya.

Sekarang yang menjadi masalah, adalah menyediakan makan bagi orang yang di karantina. Sehingga ditetapkan aturan semua desa di Kecamatan Balen dengan cara dua kali makan disediakan keluarga dan satu kali oleh pemerintah desa.

Sementara Kepala Desa Penganten, Eko Arianto mengatakan, selama masa isolasi ahli waris pemerintah desa mengeluarkan dana sebesar Rp 5 juta. Sebelumnya pemdes bekerja keras untuk meyakinkan keluarga agar tidak ada yang takziah dan pemakaman hanya diikuti pihak keluarga. “Karena tetangga sudah ada yang saling ketakutan. Tapi kita kasih pemahaman terus terhadap keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Sekadar diketahui, saat ini semua desa di Kecamatan Balen telah menyediakan rumah isolasi dan gugus tugas penanganan Covid-19. Termasuk pengalihan anggaran untuk pencegahan maupun penanganannya. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar