Pendidikan & Kesehatan

Pemudik ke Banyuwangi Bisa Tempati Ruang Isolasi, Begini Caranya

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama Wakapolresta AKBP Kusumo Wahyu Bintoro, Kasdim 0825 Mayor Inf Herawadi Karnawan mengunjungi salah satu rumah singgah di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemda Banyuwangi mewajibkan seluruh pendatang dari luar daerah untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Hal ini dilakukan demi untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona covid 19.

Meski demikian, Pemda di ujung timur Pulau Jawa ini juga telah bersinergi dengan kecamatan dan desa untuk menyiapkan rumah isolasi. Kini, terdapat ratusan rumah warga siap yang dijadikan ruang isolasi bagi para pendatang.

Bagi mereka yang terlanjut mudik ke kampung halaman, bisa memanfaatkan rumah tersebut dengan mengakses website www.corona.banyuwangikab.go.id. Lokasinya tersebar di seluruh penjuru Banyuwangi.

“Sudah ada 216 rumah isolasi yang tersedia dengan lebih dari 500 kamar, sekitar 800 bed, tersebar di berbagai desa. Datanya bisa dilihat di website. Jadi pemudik yang ingin memanfaatkannya, bisa langsung lihat website dan telepon masing-masing rumah isolasi yang paling dekat dengan tempat tinggalnya,” ujar Kepala Dinas Kominfo Banyuwangi Budi Santoso, Rabu (15/4/2020).

Pada website tersebut juga dilengkapi beragam informasi. Mulai dari data sebaran, hingga akses data rumah singgah.

“Semua informasinya lengkap di website. Tinggal klik saja, lalu pilih lokasi rumah singgah mana yang diinginkan. Saya dapat info, sudah mulai banyak yang mengakses, terutama mereka yang akan mudik ke Banyuwangi,” kata Budi.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat mengunjungi rumah isolasi di Dusun Parastembok, Desa Jambewangi Kecamatan Sempu merasa bangga. Karena, semua kebutuhan sehari-hari warga yang dikarantina dapat secara mandiri.

“Rumah ini milik salah satu warga setempat, yang sudah lama tidak ditempati. Di sini ada warga pemudik yang melakukan isolasi, di antaranya warga yang datang dari Malang dan Surabaya. Mereka sudah menghuni rumah singgah tersebut selama delapan hari,”

Selama menempati rumah singgah, para pemudik mengakui kebutuhan makanan mereka dicukupi oleh pemerintah desa. Secara gotong royong, warga juga memberi sembako dan memberi makanan.

“Alhamdulillah di tengah wabah corona ini, warga desa terus gotong royong membantu warga lainnya. Salut untuk seluruh kades dan warga desa. Mereka menyiapkan makan dan kebutuhan harian penghuni rumah isolasi. Semua guyub, bahu-membahu,” kata Anas.

Selain dijamin kebutuhan sehari-harinya oleh warga desa, penghuni rumah singgah juga akan dipantau secara khusus oleh petugas kesehatan puskesmas setempat.

“Kami terus pantau kesehatannya,” kata Hadi Kusairi, Kepala Puskesmas Sempu.

Hadi menambahkan, di wilayah kerjanya terdapat empat rumah singgah yang disediakan oleh warga. Warga desa telah bersepakat membuat aturan bahwa siapa pun pendatang dari daerah lain wajib melakukan isolasi mandiri. Baik di rumah keluarga yang dituju, maupun di rumah singgah.

“Rencananya, dalam waktu dekat ada warga pekerja migran di Malaysia yang akan pulang kemari. Kepada mereka, nanti akan kami terapkan karantina di rumah isolasi. Kita cek kondisi kesehatannya,” kata Hadi.

Turut hadir dalam peninjauan itu, Wakapolresta Banyuwangi AKBP Kusumo Wahyu Bintoro, Kasdim 0825 Mayor Inf Herawadi Karnawan, dan Kepala Desa Jambewangi Maskur. [rin/but]

 





Apa Reaksi Anda?

Komentar