Pendidikan & Kesehatan

Pemprov Jatim Wacanakan Durasi Sekolah SMA/SMK Ditempuh 4 Tahun

Sekretaris Dindik Jatim Ramliyanto

Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jatim akan menjadikan durasi pendidikan untuk SMA/SMK bertambah satu tahun atau dengan kata lain jenjang SMA/SMK akan ditempuh selama 4 tahun. Wacana ini menjadi kajian yang serius bagi Dinas Pendidikan Jawa Timur.

Program yang diwacanakan Gubernur Khofifah, bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan yang berguna bagi lulusan dalam menghadapi dunia kerja. Tambahan durasi pendidikan selama satu tahun merupakan penerapan program inkubasi.

Sekretaris Dindik Jatim Ramliyanto mengatakan, rencana Gubernur Khofifah dalam penerapan pendidikan empat tahun tidak lain karena pihaknya ingin membekali siswa dengan dua hal. Yakni keterampilan teknis dan atribut personal. Dalam artian, siswa akan dibekali berbagai bidang sesuai dengan kemampuannya guna menyesuaikan dalam dunia kerja atau industri.

“Banyak anak-anak kita kemamouannya sudah oke. Bahkan sudah mendapatkan sertifikat dari LSP (lembaga sertifikasi profesi). Tapi ketika masuk dunia kerja ndak bisa kerjasama, ndak bisa mngehadapi tantangan dan ndak bisa hidup dengan kelompok yang berbeda. Oleh karena itu di inkubasi ini dua hal itu dikuatkan,” jelasnya, Senin (4/11/2019).

Progam inkubasi ini pun masih terus dikaji secara desain dan konsep yang akan diterapkan dalam pendidikan empat tahun bagi jenjang SMA/SMK di Jawa Timur itu. “SMK sudah ada petunjuknya, kalau SMA ini berupa konsep, bentuknya nanti inkubasi,” tutur dia.

Yaitu, lanjutnya, selama satu tahun masa inkubasi, siswa mengikuti pelatihan kerja yang di desain semirip mungkin dengan dunia industri. “Kita sesuaikan. Mereka yang terampil dalam bidang A, nanti kita datangkan dari yang ahli di bidang tersebut,” paparnya.

Diakui Ramliyanto, saat ini masa inkubasi tersebut sudah berjalan. Hanya saja sifatnya masih trial and error.
“Iya, program ini ada kaitannya dengan milenials job center (MJC) dan inkubasi sendiri sudah dimulai di BLPT ketintang beberapa bulan terkahir,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Jatim Prof Akhmad Muzakki menuturkan bahwa yang harus ditelaah kedalam banyak hal ketika wacana pendidikan empat tahun diterapkan. Seperti payung regulasi dan mekanisme yang dibutuhkan untuk kepentingan (pendidikan 4 tahun, red) tersebut.

“Yang jadi pertanyaan, apakah tiga atau empat tahun kita lempar pertanyaan sederhana, apakah (wacana) itu untuk kepentingan masuk pasar kerja? Jika iya harus dianalisa lagi, bagaimana tingkat kebutuhan yang ada di pasar kerja dengan kesesuaian keterampilan yang dicetak sma/smk yang dibutuhkan market,” jabarnya.

Tapi kemudian, lanjut dia, jika isunya bagaimana ‘mendekatkan’ jarak pertanyaan itu harus ditelaah lebih lanjut. “Kalau solusinya 4 tahun, pertanyaannya menjadi menarik jika dijadikan pegangan. Kita tetap mendorong pemegang kepentingan di Jatim untuk menelaah apa yang menjadi isu besar dari konteks (pendidikan 4 tahun, red) itu,” tegasnya.

Menurut dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya ini, gagasan pendidikan empat tahun sudah muncul sebelum era Gubernur Khofifah. Tapi gagasan tersebut hanya untuk SMK dan belum dikuatkan dengan adanya kebijakan regulasi. Tapi, untuk jenjang SMA, ia menilai gagasan itu menjadi hal yang baru.

“Kita belum tahu betul bagaimana desain dan gagasan seperti itu. tapi kita juga mendorong bahwa yang dibutuhkan siswa bukan soal kemampuan untuk bisa memenuhi kebutuhan pasar kerja secaraverbatim. Tapi bagaimana kemudian kebutuhan adaptability seorang siswa untuk masuk dan memenuhi kebutuhan pasar kerja pada saatnya,” urainya.

Sebab, tegasnya, yang dibutuhkan anak didik bukan lagi soal lamanyaberada disekolah. melainkan bagaimana mempunyai abilitas atau adaptasi yang sangat tinggi. “Bukan soal kemampuan teknis yang saat ini perlu dipikirkan tapi kemampuan berpikir adaptive siswa untuk perubahan, bagaimana mereka berinovasi, bekerjasama, kritis dan berkolaborasi. Itu yang penting dipersiapkan dalam pendidikan abad 21. Karena perubahan ini sangat cepat terjadi,” tegas Prof Akh Muzakki. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar