Pendidikan & Kesehatan

Pemprov Jatim Tunda Pembangunan Rumah Sakit Lapangan di Malang

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Malang(beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunda pembangunan rumah sakit darurat lapangan di Poltekes Kemenkes Malang. Penundaan ini dilakukan karena kasus Covid-19 di Malang Raya terus menurun.

“Kalau yang di Malang dipending dulu (RS Lapangan) mudah-mudahan semua melandai, dan membaik. Kita melihat tren kasus positif di Batu, Kabupaten Malang, Kota Malang, terus melandai,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Kamis, (29/10/2020).

Khofifah mengatakan, keputusan menunda pembangunan rumah sakit lapangan di Poltekes Malang sesuai rapat bersama. Dengan Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kot Malang.

“Sehingga, keputusan rapat dari tim dokter, Dinas Kesehatan, terutama dari Direktur RSSA, itu kira-kira dua Minggu yang lalu, mereka memutuskan pending dulu,” ujar Khofifah.

Data Covid-19 di Kota Malang saat ini pasien terkonfirmasi positif sebanyak 2.012, dari jumlah itu sebanyak 202 pasien meninggal dunia, 1.791 pasien telah sembuh dan hanya 19 pasien yang sedang dalam pemantauan atau isolasi.

Keputusan menunda pembangunan rumah sakit lapangan ini pun telah dilaporkan ke Menteri Kesehatan RI dan Satgas Covid-19 pusat. Sebab, pembangunan rumah sakit lapangan biayanya semua ditanggung oleh pusat.

“Kita sudah mengkoordinasikan dengan Menkes dan Satgas Pusat. Jadi harapan kita adalah, makin rumah sakit itu tidak kita gunakan, maka proses pandemi COVID-19 di Malang Raya penyebarannya makin menurun dan makin melandai,” tandas Khofifah. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar