Pendidikan & Kesehatan

Pemprov Jatim Bikin Rumah Sakit Darurat Lapangan di Poltekes Malang

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa gowes di Kota Malang.

Malang (beritajatim.com) – Pemprov Jatim bakal mendirikan rumah sakit darurat lapangan di Poltekes Kota Malang. Rencana itu sedang dipersiapkan oleh Satgas Covid-19 Jawa Timur, sekaligus dilaporkan ke Kemenkes RI untuk mendapatkan izin.

Khofifah mengatakan, bahwa pendirian rumah sakit darurat lapangan ini sesuai hasil rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves). Dimana saat ini ada klaster keluarga yang sedang menjadi kewaspadaan baru. Ketimbang isolasi mandiri, klaster keluarga akan ditempatkan rumah sakit darurat lapangan.

“Klaster rumah ini yang harus diantisipasi dengan solusi antara lain disiapkanlah tempat isolasi. Tidak semua harus berbasis rumah sakit, karena yang ringan sampai sedang cukup dengan rumah sakit darurat lapangan seperti di Indrapura (Surabaya) dengan kesembuhan 100 persen dan meninggal 0 persen,” papar Khofifah.

Khofifah mengungkapkan, bahwa proses pembangunan rumah sakit darurat lapangan saat ini tinggal menunggu izin turun. Nantinya, rumah sakit darurat lapangan di Poltekes Kota Malang akan memiliki kapasitas 200 tempat tidur.

“Prosesnya izin dulu ke Menkes, bahwa ini akan disiapkan sebagai ruang isolasi. Rumah Sakit darurat lapangan kalau bahasa Kemenkes. Kapasitasnya 200 tempat tidur,” ucap Khofifah.

Sampai saat ini Pemprov Jatim sedang mengkonfirmasi dan melakukan koordinasi dengan Kemenkes soal sejumlah kesiapan. Seperti tempat tidur, jumlah tenaga kesehatan, dokter, perawat, maupun sanitarian.

“Itulah yang dilaporkan masing-masing rumah sakit rujukan ke All Record namanyanya. All Record itu mendapatkan laporan dari Jawa Timur ini 127 rumah sakit rujukan seluruh Indonesia. Sistemnya seperti itu, dari All Record ke pihak POC, kemudian diumumkan oleh Satgas,” tandas Khofifah. (luc/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar