Pendidikan & Kesehatan

Bersiap Jadi Kota Pariwisata

Pemkot Mojokerto Komitmen Wujudkan Sungai Bebas Sampah

The Ocean Cleanup, Danone Aqua Indonesia dan PT Reciki Solusi Indonesia saat mengunjungi TPA Randegan. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sampah merupakan ancaman paling besar bagi lingkungan. Tidak hanya di darat, namun di sungai, sampah juga menjadi ancaman bagi ekosistem air. Untuk itu, Pemkot Mojokerto di bawah kepemimpinan Wali Kota Ika Puspitasari terus menggerakkan program bersih sampah dan lingkungan.

Salah satunya dengan menggandeng The Ocean Clean up, Danone Aqua Indonesia dan PT Reciki Solusi Indonesia, untuk menanggulangi sampah. Kolaborasi sekaligus inovasi tersebut disambut baik oleh Pemkot Mojokerto. Mengingat, saat ini Kota Mojokerto tengah bersiap menjadi kota pariwisata dengan berbagai aspek kepariwisataannya.

Salah satu aspek yang ditonjolkan dari kota pariwisata di Bumi Majapahit ini adalah Wisata Bahari. “Tidak hanya dari segi pariwisatanya yang kami perhatikan, tetapi kebersihan akan lingkungan juga perlu diperhatikan,” ungkap Ning Ita (sapaan akrab Wali Kota, red), Rabu (11/12/2019).

Hadir Director of Sustainable Development Karyanto Wibowo dari Danone Aqua Indonesia, Senior Sustainability Integration and Packaging Manager Ratih Anggraeni, dan Circular Packaging Advisor Alexander Cramwinckel.

Dari The Ocean Clean up Chris Wrop selaku Managing Director, Carlo Wesseling selaku Head of Business Development dan Bagus Paramanandana selaku Coastal Engineer. Dan dari PT Reciki Solusi Indonesia sekaligus Common Seas Bhima Aries Diyanto.

“Kami berfokus pada penanganan sampah di sungai. Antara lain, melalui penyediaan interceptor. Ini merupakan alat berbentuk sebuah kapal bertenaga surya yang dapat memunguti sampah sampai dengan kedalaman 75 cm. Rencananya akan ditempatkan di muara Sungai Ngotok, sebelum masuk ke Sungai Brantas,” katanya.

Pemkot Mojokerto, lanjut Ning Ita, juga memanfaatkan trash boom untuk ditempatkan di sungai-sungai kecil seperti Kali Sadar. Tidak hanya itu, Danone Aqua Indonesia juga menawarkan kerjasama terkait pemberian edukasi pengelolaan sampah untuk siswa-siswa sekolah serta pembangunan TPST.

Masih kata Ning Ita, tawaran kerjasama tersebut merupakan bentuk dukungan dari Danone Aqua Indonesia dalam mewujudkan Kota Mojokerto sebagai Kota Wisata, yang salah satunya adalah wisata berbasis sungai. Sehingga, sungai-sungai yang akan dijadikan wisata sungai ini bisa lebih bersih karena bebas sampah.

“Mewariskan bumi yang bersih, bumi yang sehat untuk anak cucu kita nantinya,” tutup wali kota perempuan pertama Kota Mojokerto ini. [tin/suf]

 





Apa Reaksi Anda?

Komentar