Pendidikan & Kesehatan

Pemkot Malang Swab Massal Antisipasi Penyebaran Klaster Lowokdoro

Puskesmas Ciptomulyo, Kota Malang. (Ist)

Malang(beritajatim.com) – Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan perkampungan Lowokdoro, Sukun, Kota Malang. Pemkot Malang melakukan swab tes PCR lanjutan kepada sembilan orang yang masuk kategori kontak erat dengan pasien positif Covid-19 di wilayah ini.

“Ini adalah hari kedua warga harus menjalani swab tes. Setelah kemarin, kesembilan warga ini juga harus menjalani swab test lagi,” ujar Analisis Laboratorium Puskesmas Ciptomulyo Kota Malang, Sari Handayani, Selasa, (25/5/2021).

Sari mengatakan, hasil swab akan diketahui pada dua hingga tiga hari ke depan. Jika hasilnya positif mereka akan dikirim ke Rumah Karantina Jalan Kawi (Safe Haouse). Lalu, jika ditemukan kasus lain Dinkes akan kembali melakukan swab test.

“Hasil dari swab PCR bisa dilihat dalam tempo dua sampai tiga hari kedepan. Semisal nanti ada kasus baru lagi. Akan kami lakukan testing (swab) lagi,” kata Sari.

Sari mengatakan, swab baru diketahui 2 sampai 3 hari karena swab massal dilakukan secara bersamaa. Dimana pada kasus sebelumnya muncul temuan hasil abu-abu dalam swab tes. Untuk itu perlu waktu mencermati hasil swab test.

“Kalau swabnya dalam satu rombongan ini tidak bisa langsung dikeluarkan. Jadi harus menunggu dua sampai tiga hari. Hal itu bisa terjadi karena ada hasil swab yang abu-abu, dalam artian tidak negatif dan positif. Jadi harus dicermati kembali sebelum diumumkan,” tandasnya.

Sebelumnya, 9 warga Jalan Lowokdoro, Gang IV, Kota Malang dinyatatakan terkonfirmasi positif. Ketua RT setempat Agung Harianto mengatakan, awalnya kasus ini bermula dari warga bernama Ngartono (83 tahun). Mendiang meninggal dunia pada hari Raya kedua atau Lebaran +1 kemarin.

“Sebelumnya sudah dari rumah sakit. Beliau sering di rumah tidak pernah kemana-mana. Tapi beliau sering ke RSSA untuk cek jantung. Pas balik rumah sakit itu tiba-tiba ada kabar dia positif. Lalu meninggal pas hari raya itu,” kata Agung.

Kasus penyebaran kemudian ditelusuri, dan diketahui istri Ngartono, adik Ngartono sekaligus istrinya terpapar Covid-19. Kebetulan, mereka tinggal satu rumah. Agung mengungkapkan, saat lebaran sebenarnya tidak ada kunjungan antar warga ke rumah-rumah. Tetapi akhirnya diketahui 9 orang positif Covid-19.

“Jadi di rumahnya itu ada dua kepala keluarga. Mobilisasi sebenarnya minim, bahkan tidak ada hari raya, lockdown kasarannya. Tidak ada kunjungan ke rumah,” ujar Agung. (Luc/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar