Pendidikan & Kesehatan

Pemkot Malang Matangkan Tim Khusus Tracing dan Treatmen Covid-19

Pemkot Malang matangkan tim khusus tracing dan treatmen.

Malang(beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang mematangkan pembentukan Tim Khusus Tracing dan Treatmen. Wali Kota Malang bahkan telah melakukan rapat terbatas bersama perwakilan Perguruan Tinggi yang memiliki Fakultas Kedokteran, Gugus Tugas Covid NU, Tim Ahli Walikota Malang dan Dinas Kesehatan Kota Malang.

“Ada beberapa hal yang akan ditekankan dan dilakukan gugus tugas khusus ini yakni penguatan tracing, langkah treatment dan pemantauan serta pendampingan prolanis,” ujar Sutiaji, Kamis, (18/6/2020).

Selain pembentukan tim khusus tracing, Pemkot Malang sedang merumuskan pengobatan menggunakan ramuan herbal. Pemkot Malang akan melakukan observasi uji terapi kepada mereka yang kedapatan reaktif dari hasil rapid test, mereka yang sudah konfirm positif, mereka yang akan di swab atau kelompok kontak erat.

“Dari uji awal terapi, tercatat dari 26 orang yang reaktif setelah diterapi 26 menjadi non reaktif. Selanjutnya, dari uji kepada satu keluarga (4 orang terdiri dari orang tua, anak, cucu dan mantu) yang konfirm positif, setelah 3 (tiga) hari terapi herbal, hasil swab lanjutan hasilnya negatif. Dan, untuk kelompok kontak erat, dari 8 (delapan) yang diuji terapi, hasil swabnya juga negatif,” papar Sutiaji.

 

Sutiaji mengatakan, memang angka terapi herbal pada 26 pasien belum jadi gambaran utuh untuk memastikan tingkat akurasi penyembuhan Covid-19. Untuk itu Pemkot Malang akan melakukan observasi pengobatan ini. “Kita masif kan dulu langkah-langkah di lapangan. Poinnya adalah gerakan peningkatan imun kelompok sasaran,” imbuh Sutiaji.

Wali Kota Malang, Sutiaji.

Sementara itu, Wawali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, mengatakan tim tracing dan treatmen harus segara dikongkritkan. Menurutnya, perlu langkah lugas untuk memotong mata rantai Covid-19.

“Kalau sekiranya ada konfirn positif yang tidak dimungkinkan isolasi mandiri, maka rumusnya mutlak untuk diarahkan ke rumah sakit karantina. Karena ini juga akan memudahkan langkah langkah treatmennya,” kata Sofyan Edi.

Sementara Ketua Tim Tracing Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif menyebut penguatan tracing, harus mempertimbangkan langkah evakuasi bagi konfirm positif ke rumah sakit umum daerah Kedungkang, Kota Malang. Selanjutnya, untuk kontak erat dapat dikumpulkan di rumah karantina. Kapasitas RSUD saat ini mencapai 60 bed sementara masih 16 bed yang siap digunakan.

“Tim khusus tracing dibagi di lima kecamatan. Untuk Kecamatan Kedungkandang, Satgas NU kota Malang, Kecamatan Lowokwaru, Universitas Brawijaya, Kecamatan Blimbing, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Kecamatan Klojen, Universitas Islam Malang dan Kecamatan Sukun, Universitas Muhammadiyah Malang,” tandasnya. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar