Pendidikan & Kesehatan

Pemkot Malang Klaim Regulasi PSBB Mengacu Pada Permenkes RI

Wali Kota Malang, Sutiaji.

Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang mengaku terus mempersiapkan diri sebelum benar-benar menrapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya. Koordinasi dengan TNI dan Polri pun telah dilakukan oleh Pemkot Malang.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan dalam persiapan menerapkan PSBB paling banyak berperan adalah Dinas Kesehatan Kota Malang. Pemkot Malang pun telah menyiapkan rumah isolasi atau rumah transit bagi pendatang yang akan masuk Kota Malang.

“Terus disiapkan, jadi yang bekerja banyak dari Dinas Kesehatan, rumah isolasi atau rumah transit sudah kami siapkan. Berkaitan dengan anggaran juga kita sediakan, sampai tiga bulan kedepan dan jajaran samping kita sudah koordinasi dengan TNI dan Polri,” kata Sutiaji, Jumat, (10/4/2020).

Sutiaji menyebut, dalam penerapan PSBB skema yang disiapkan Pemkot Malang mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 9 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

“Kita mengacu ke Permenkes untuk skemanya. Jadi kita dituntun cara membuat surat dan semuanya,” ucap Sutiaji.

Sutiaji mengatakan, surat pengajuan PSBB telah dikirim Pemkot Malang ke Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Selanjutnya, tugas Pemprov Jatim adalah melanjutkan pengajuan itu ke Kementerian Kesehatan di Jakarta. “Ke Gubernur sifatnya adalah pemberitahuan tujuannya adalah Kementerin Kesehatan,” tandasnya. (luc/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar