Pendidikan & Kesehatan

Pemkot Malang Kirim Draf PSBB ke Gubernur Jatim

Wali Kota Malang, Sutiaji.

Malang (beritajatim.com) – Kota Malang menajadi satu-satunya daerah di Malang Raya yang berencana menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Awalnya tiga daerah sepakat bersama-sama menerapkan PSBB. Namun, Kabupaten Malang dan Kota Batu memilih membatalkan.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, PSBB adalah jalan untuk memutus mata rantai virus corona Covid-19 di Malang. Apalagi daerah ini merupakan zona merah penyebaran corona di Jatim. Draf sudah disusun, selambat-lambatnya besok akan dikirim ke Gubernur Jatim untuk di teruskan ke Kemenkes RI.

“Kita sudah siapkan draf, bila diterima instrumen PSBB sudah ada di draf. Besok maksimal harus dikirim draf PSBB. Kota Malang mengajukan sendiri,” ujar Sutiaji, Selasa, (14/4/2020).

Sutiaji mengatakan, keputusan PSBB bukan di tangan pemerintah daerah. Pemkot Malang hanya mengusulkan dengan membuat draf yang berisi instrumen rencana PSBB. Pemprov Jatim bertugas meneruskan usulan, sementara yang berhak memutuskan adalah Kemenkes RI.

Alasan lain yang melatarbelakangi pelaksanaan PSBB adalah masih ramainya jalanan di Kota Malang. Hal ini mengindikasikan warga mulai berkatifitas normal. Padahal anjuran physicial distancing atau membatasi pertemuan masih berlaku. Sebab, mata rantai virus corona belum bisa diputus.

“Saya keliling dari lima kecamatan, jalanan masih macet. Ini jangan sampai kita euforia padahal corona nggak bisa dilihat. Di sisi lain kita lagi ramai masalah pengamanan sosial, tapi warga aktivitasnya masih normal,” tandasnya. [luc/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar