Pendidikan & Kesehatan

Pemkot Malang Akan Lockdown Kelurahan Mergosono

Wali Kota Malang, Sutiaji akan melockdown Kelurahan Mergosono.

Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang berencana melakukan lockdown lokal untuk kelurahan Mergosono, Kota Malang. Lockdown akan dilakukan karena di wilayah ini terjadi lonjakan konfirm positif Covid-19. Sejauh ini ada 13 orang konfirm positif.

“Karena kelurahan Mergosono ini konfirm positif ini relatif banyak, maka saya minta ada langkah langkah pencegahan secara maksimal. Satu di antaranya, pilihan untuk melakukan lockdown lokal,” kata Wali Kota Malang Sutiaji, Rabu, (17/6/2020).

Sutiaji bahkan telah mengumpulkan RW dan lurah di Mergosono. Dia meminta warga untuk aktif melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan mereka. Sementara Satgas Covid-19 diminta untuk mempercepat proses tracing, termasuk penanganan pola isolasi mandiri bagi warga positif Covid-19 agar tidak menular.

“Saya telah meminta pada Ketua RW agar melakukan penyemprotan lingkungannya secara mandiri; sekaligus turut serta memantau bagaimana proses isolasi mandiri yang dilakukan. Akan kami lihat lebih lanjut, apakah bisa dilakukan isolasi mandiri secara ketat atau dimasukkan pada rumah karantina,” papar Sutiaji.

Pemkot Malang juga meminta perguruan tinggi di Malang yang memiliki fakultas kedokteran untuk membantu proses tracing. Sutiaji menyebut, rumah sakit di Kota Malang sudah penuh. Sehingga isolasi mandiri memang menjadi alternatifnya, namun, isolasi mandiri harus memenuhi syarat. Agar kejadian 10 anggota keluarga terjangkit Covid-19 di Mergosono tidak terulang.

“Rumah sakit kita sudah overload, sehingga langkah isolasi mandiri menjadi pilihan. Namun itu bersyarat, hunian atau rumah pasien konfirm positif haruslah memadai. Permasalahannya untuk yang di Mergosono ini tidak memadai, sehingga perlu ada langkah meng-evakuasi pasien ke safe house,” tandas Sutiaji. [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar