Pendidikan & Kesehatan

Pemkab Ponorogo Cari Tempat Alternatif untuk Isolasi Pasien OTG

Penuh : Shelter yang berada di Kelurahan Tambakbayan saat ini dalam kondisi penuh. (Foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Penuhnya ruang isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 dan shelter yang berada di Kelurahan Tambakbayan, membuat Pemkab Ponorogo mencari tempat alternatif untuk isolasi lagi. Tempat ini nantinya diharapkan bisa menampung untuk 50 orang yang menjalani isolasi.

“Saya sudah mengecek tiga tempat untuk tambahan ruang isolasi. Rencananya ini akan kami usulkan ke Pak Bupati, sebelum beliaunya cuti Pilkada,” kata Sekda Agus Pramono, Kamis (24/9/2020).

Dengan adanya tambahan shelter ini diharapkan pasien yang diisolasi bisa terpadu di satu tempat dan lokasinya masih di dalam kota. Agus meminta kepala Dinkes, Disnaker, dan Dispendukcapil untuk masing-masing menyiapkan tempat calon shelter tambahan itu. “Dokter yang ikut mengecek tadi, katanya tiga tempat ini sudah bagus. Kesiapannya seperti apa nanti juga akan disampaikan ke Pak Bupati,” katanya.

Agus masih enggan menyebut ketiga tempat yang rencananya akan dijadikan tempat isolasi tersebut. Sebab, selain masih akan diusulkan ke Bupati, juga supaya tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. Yang jelas, kata Agus tiga tempat itu, yang dua milik Pemkab, sedangkan satunya milik swasta. Namun, Dia menyebut jika yang milik swasta tersebut masih menjadi alternatif terakhir. “Sekali lagi masih kami usulkan, Bapak Bupati yang nantinya akan memutuskan,” katanya.

Tempat isolasi baru ini nantinya akan menampung pasien Covid-19 yang berstatus orang tanpa gejala (OTG). Sebab, penambahan kasus ini kebanyak berstatus sebagai OTG. Jika ditempatkan di isolasi desa maupun kelurahan yang tempatnya tersebar, Dia khawatir kontrolnya rentan tak terkendali. “Tempat ini nantinya minimal bisa menampung 50 pasien OTG. Terpusat sehingga mudah untuk melakukan monitoring,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar