Pendidikan & Kesehatan

Pemkab Malang Siapkan 22 Rumah Sakit Rujukan Kasus Omicron

Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Malang menyiapkan 22 RS rujukan bagi pasien Covid-19 varian baru Omicron. Hal itu untuk menyikapi lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Selain menyiagakan RS, Pemkab Malang juga mengaktifkan kembali tempat isolasi terpadu (isoter) di setiap kecamatan. Pihak kecamatan diberi kewenangan untuk menentukan lokasi yang sesuai bagi tempat isoter.

“Kalau yang sudah ada di kecamatan Kepanjen. Dan masing-masing kecamatan akan bikin seperti yang sudah dilakukan di Singosari. Kalau tempatnya tergantung, kita serahkan ke masing-masing camat untuk buat isoter di setiap kecamatan,” ungkap Bupati Malang, HM Sanusi, Rabu (9/2/2022).

Sanusi mengatakan, tempat isoter yang terbilang sudah siap untuk dioperasikan adalah di Rusunawa ASN di Kepanjen. Dengan kapasitas bed atau tempat tidur sebanyak 98 unit.

“Kalau isoter di kecamatan, nanti kapasitasnya menyesuaikan kemampuan masing-masing dan sesuai dengan pergerakan kasus di setiap wilayah,” kata Sanusi.

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, saat ini ada 310 tempat tidur isolasi yang tersebar di 20 Rumah Sakit. Dari jumlah tersebut tingkat keterisian tempat tidur isolasi adalah sebesar 27 persen, atau sebanyak 85 bed yang terpakai dan 225 yang masih kosong.

Sementara itu, untuk bed Intensive Care Unit (ICU) ada sebanyak 58 unit. Dengan tingkat keterisian sebesar 12 persen. Atau ada sebanyak 7 unit yang terpakai dan 51 unit yang masih kosong.

Sementara itu, Dinkes Kabupaten Malang mencatat, saat ini kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Malang sebanyak 655 kasus aktif. Terakhir pada Minggu (6/2/2022) lalu, jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Malang ada sebanyak 480 kasus aktif. Dinkes Kabupaten Malang sendiri mencatat ada sebanyak 227 kasus baru pada Selasa (8/2/2022). Dan ada sebanyak 45 pasien yang baru saja dinyatakan sembuh. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar