Pendidikan & Kesehatan

Pemkab Malang Ragu PSBB, Pemkot Malang Tunggu Arahan Pemprov

Bupati Malang, HM Sanusi

Malang (beritajatim.com) – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya masih belum jelas. Apalagi Pemkab Malang mulai terlihat ragu-ragu dalam penerapan PSBB. Sampai saat ini draf dari Pemkab Malang belum dikirim ke Pemprov Jatim.

Bupati Malang, M Sanusi mengaku PSBB di Malang perlu dilakukan bila kondisinya urgen atau mendesak. Sementara statistik pasien virus corona di Malang Raya terus naik mencapai 69 pasien. Sanusi mengaku sangat berhati-hati dalam penerapan PSBB di wilayahnya.

Padahal Kabupaten Malang menjadi wilayah dengan pasien terbanyak di Malang Raya dengan 43 pasien. Disusul Kota Malang dengan 21 pasien positif dan Kota Batu dengan 5 pasien positif. Sementara rekomendasi dari Pemprov Jatim, PSBB bisa berjalan di Malang Raya bila tiga kepala daerahnya sepakat.

“Untuk Kabupaten Malang saya sangat berhati-hati, karena penduduk saya sangat kompleks. Kalau Kota Malang dan Kota Batu sedikit penduduknya. Wilayah saya Kabupaten Malang kan paling luas ada 33 kecamatan dan 390 desa, luasnya mulai perbatasan Lumajang sampai Kediri, nanti dampak sosialnya bagaimana,” papar Sanusi, Jumat, (8/5/2020).

Sementara itu, Kota Malang menjadi daerah yang paling siap dengan PSBB. Minimal dari segi administrasi penyiapan draf PSBB. Mereka bahkan telah mengirim draf PSBB terlebih dahulu di Jatim. Meski berakhir dengan penolakan atau dikembalikan dengan rekomendasi PSBB di Malang harus disertai Kabupaten Malang dan Kota Batu.

“Yang pasti kami kan bersifat menunggu saja kami mengikuti aturan main dari Pemprov seperti itu. Tapi Pemkot sendiri Kota Malang terus melangkah jadi ada atau tidak ada PSBB kami berfokus bagaimana meredam ini (Covid-19) apalagi pergerakan angka positif yang terus bertambah. Salah satu yang terbaru ada riwayat perjalanan maka dengan demikian kami akan mengetatkan cek poin pos pantau itu juga semakin kami kuatkan,” ujar Kepala Bagian Humas Pemkot Malang, Nur Widianto.

Nur Widianto mengungkapkan Kota Malang sangat serius untuk menerapkan PSBB. Saat ini draf diperbaiki dengan menambahkan data terbaru pasien positif di Kota Malang. Bila PSBB lagi-lagi gagal diterapkan di Malang Raya, Pemkot Malang bakal memaksimalkan physicial distancing dan program penanggulangan penyebaran virus corona lainnya.

“Untuk draf PSBB ada pembaharuan updating jumlah kasus. Sejak awal kami kan bersungguh-sungguh berkomitmen dengan mengirimkan surat itu kan kami bersungguh-sungguh untuk pengajuan PSBB,” tandasnya. [luc/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar