Pendidikan & Kesehatan

Pemkab Jember Sediakan 5 Ribu Dosis Rapid Antigen untuk Santri dan Lapas

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Jember Wiwik Supartiwi

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyediakan lima ribu dosis rapid antigen tersendiri untuk santri pondok pesantren setempat dan lembaga pemasyarakatan. Namun sejauh ini permohonan baru dari pondok-pondok pesantren luar Jember.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Jember Wiwik Supartiwi mengatakan, dalam petunjuk teknis dijelaskan, pemanfaatan uji rapid antigen untuk melakukan pelacakan (tracing) kontak erat dengan konfirmasi positif, untuk rujukan ibu hamil yang akan dilakukan tindakan dari puskesmas ke rumah sakit, dan daerah-daerah dengan populasi padat dan tertutup seperti pondok pesantren atau lapas.

Selain itu, persediaan rapid antigen untuk hal lain yang dibutuhkan seperti menyambut kedatangan pekerja migran Indonesia dan tes acak untuk siaga lebaran. “Jadi untuk menjaga ketersediaan bahan, itu harus disesuaikan dengan kemampuan daerah masing-masing. Yang penting sudah ada kepedulian Pemkab Jember terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Wiwik.

Saat ini ada 1.300 dosis antigen yang luang dan bisa digunakan di luar ketentuan yang ditetapkan selama tahun 2021. Perwakilan empat pondok pesantren luar Jember, yakni Sidogiri, Nurul Jadid, IKP Lirboyo, dan Gontor sudah meminta pemkab untuk melakukan rapid antigen kepada santri-santri dari kota itu yang akan kembali belajar ke pondok masing-masing.

Wiwik mengatakan, alur permohonan diajukan kepada bupati selaku ketua satuan tugas penanganan Covid-19 Jember. “Kalau bupati memberikan disposisi untuk melakukan pemeriksaan, itu disesuaikan dengan ketersediaan yang ada di kita. Karena banyak yang meminta, maka kami harus jaga stok dan semua harus mendapatkan keadilan untuk bantuan pemeriksaan rapid,” katanya.

Sejauh ini, belum ada permohonan swab antigen dari pondok-pondok di Jember. “Harapannya bisa terpenuhi semua. Kalau kurang kita masih bisa mengajukan lagi. Tapi kan rapid test sebetulnya bukan syarat mutlak. Rapid antigen hanya digunakan jika ada kontak erat dengan suspect atau kecurigaan. Kalau ada persangkaan, kita lakukan tracing di lingkungan pondok. Yang penting adalah protokol kesehatan 5 M (memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas, mencuci tangan),” kata Wiwik.

Sementara itu, sebanyak 385 santri Ponpes Nurul Jadid asal Kabupaten Jember mengikuti tes swab yang disediakan oleh alumni dan Dinkes Jember, sebelum kembali ke pondok, Senin (24/5/2021). “Untuk tes swab dari Dinkes sebanyak 200 santri, selebihnya kami upayakan mandiri,” kata sekretaris pengurus Pembantu Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) Jember Sony Sulum.

P4NJ Jember menyediakan tes swab GeNose bagi santri yang tidak terlayani tes swab dari Dinkes. “Sampai sekarang sudah ada 250 santri yang mendaftar secara online untuk balik ke pondok,” katanya.

Pemberangkatan santri dilakukan di kampus IAIN Jember. Para santri diantar wali santri ke tempat tersebut sekitar pukul 07.00 WIB. Di sana, para santri mengurus administrasi terlebih dahulu. “Santri harus bawa foto copy KTP dan KK untuk pendataan dan tes swab,” kata Sulum. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar