Pendidikan & Kesehatan

Pemkab Jember Lebih Banyak Rehab SMP Swasta

Denny Wijananto

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun ini merehabilitasi 338 ruang kelas SMP, yakni 150 ruang kelas SMP negeri dan 188 ruang kelas SMP swasta. Sementara untuk SD negeri, Pemkab Jember merehab 588 ruang kelas SD negeri dan 62 ruang kelas SD swasta.

Anggaran rehabilitasi sedang dan berat bangunan SMP dialokasikan seebsar Rp 19,159 miliar dalam APBD Kabupaten Jember 2019. Sementara rehabilitasi bangunan SD dianggarkan sebesar Rp 56,948 miliar. “(Jumlah) sekolah swasta agak lebih tinggi sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena kami menimbang, setelah kami lakukan cek lapangan ada beberapa yang rusak berat, dan ada beberapa yang rusak sedang dan ringan,” kata Pelaksana Tugas Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Jember Denny Wijananto.

Denny mengatakan, untuk rehabilitasi bangunan yang rusak ringan akan dianggarkan dalam BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang bersifat swakelola. Sementara itu, ada 22 lembaga sekolah dasar negeri yang mendapat DAK (Dana Alokasi Khusus). “Dananya sekitar Rp 20 miliar. Sistem DAK adalah swakelola, lebih banyak ke belanja material,” katanya.

Besarnya jumlah sekolah menengah pertama swasta yang mendapat bantuan dana rehabilitasi bangunan ini dipertanyakan Sekretaris Komisi D DPRD Jember Nur Hasan. “Kalau SD swasta wajarlah, karena yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan sedikit sekali. Yang banyak yang berada di bawah naungan Kementerian Agama. Tapi untuk yang SMP, kenapa kok pertimbangannya terbalik, sedangkan kondisi SMP-SMP (negeri) kita banyak yang rusak. Kenapa tidak difokuskan kepada lembaga-lembaga SMP yang bernaung di bawah Dinas Pendidikan,” katanya.

Nur Hasan berharap lembaga pendidikan negeri lebih diprioritaskan. “Kalau lembaga swasta boleh saja, tapi bukan kewajiban,” katanya.

Ketua Komisi D Hafidi melihat tak ada perencanaan serius soal pendidikan. “Kayaknya program yang dibuat di sini (APBD) rutin biasa saja. Saya tidak menemukan ruh untuk mengejar ketertinggalan kita dalam prestasi pendidikan. Umpama ini jalan, ini cuma tambal sulam. Saya tidak melihat keseriusan Dinas Pendidikan mengatasi ambruknya prestasi pendidikan di Jember,” katanya.

Kepala Dispendik Jember Edi Budi Susilo mengatakan, semua ruang kelas yang hendak direhabilitasi tersebut sudah memiliki dokumen perencanaan. “Itu yang akan kami eksekusi. Ibu Bupati menghendaki rehab-rehab itu sekaligus di dalamnya melihat kebutuhan UKS, sarana olahraga, kantin sekolah,” katanya. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar