Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Pemkab Jember Dorong SMK Tumbuh di Pesantren

Bupati Hendy Siswanto (tengah) dalam peresmian SMK Assuniyah di Kencong Jember

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendorong tumbuhnya sekolah menengah kejuruan di semua pondok pesantren.

“Di Jember, ada 650 lebih pesantren. Tentunya semakin banyak pesantren dan ada SMK-nya, ini semakin lengkap,” kata Bupati Hendy Siswanto, saat halalbihalal dan peresmian Sekolah Menengah Kejuruan Assuniah Al-Jauhari, Senin (16/5/2022).

“Jumlah santri di Jember mencapai puluhan ribu. Kami harus memikirkan itu, memikirkan pasca setelah lulus dari ponpes lalu kerja apa,” kata Hendy.

Hendy mengatakan, belajar ilmu agama adalah kewajiban. “Itu ilmu ukhrawi untuk mendapatkan keselamatan akhirat. Wajib. Tapi juga perlu ilmu dunia,” katanya.

SMK memiliki BLK (Balai Latihan Kerja), termasuk SMK Assuniah Al-Jauhari. “Saya akan mendukung SMK Asuuniah Al-Jauhari ini dengan program-program kami. Kami akan menawarkan kepada kiai, mungkin BLK ditambah lagi,” kata Hendy

Pemkab Jember akan mendukung tambahan kegiatan BLK. “Bukan hanya BLK menjahit dan teknologi informasi saja. Mungkin ada servis sepeda motor, tata boga, mungkin nanti begitu lulus dari pesantren, bisa buka restoran. Di Jember banyak kopi. (Lulusan pesantren) menjual kopi standar yang bisa mengangkat nilai kopi,” katanya

Hendy berharap santri bisa langsung bekerja begitu lulus, termasuk dengan membuka usaha sendiri. “Kombinasi dunia akhirat lengkap. Ilmu wajib, tapi mengimplementasikan di lapangan itu tak sederhana. Perlu latihan langsung. Bukan pelajaran di kelas, tapi di luar, bertemu langsung dengan masyarakat,” katanya.

Hendy mengatakan Pemkab Jember juga bisa memberikan bantuan alat kerja. “Bukan bantuan modal, tapi bantuan alat kerja. Contoh: menjahit belum bisa, kami datangkan guru, lalu kami kasih mesin jahit. Bukan dikasih uangnya. Mesin ini bisa bergantian (digunakan) dalam kelompok,” katanya.

“Kami juga ada pelatihan membatik eco print, pakai daun. Kami bisa datangkan dan bantu peralatannya. Termasuk servis sepeda motor, perbaikan handphone dan laptop. Ternyata yang punya handphone 1,2 juta orang. Tukang servisnya jarang di Jember,” kata Hendy. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar