Pendidikan & Kesehatan

Pemilik Usaha Pengolahan Aluminium di Mojokerto Janji Buat Cerobong Asap

Lokasi usaha pengolahan alumunium Dusun Nglinguk, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Karena aroma bau yang ditimbulkan menyengat, sebuah usaha pengolahan alumunium di Dusun Nglinguk, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto dikeluhkan warga. Meski sudah mengantongi izin dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mojokerto, pemilik berjanji akan membuat cerobong asap.

Pemilik usaha, Nuruddin mengaku, bau yang ditimbulkan dari produksi pembuatan panci ini tidak begitu parah karena bahan bakar yang digunakan adalah kayu bakar. “Sebenarnya tidak terlalu menyengat. Malah lebih parah, pembuatan batu merah karena bakarnya banyak dari plastik,” ungkapnya, Rabu (2/9/2020).

Namun setelah mendapat protes dari warga, ia berjanji akan memperbaiki sistem dalam produksinya dengan memutuskan untuk berhenti beroperasi sementara. Menurutnya, ia akan membuat cerobong asap sehingga sisa pembakaran tidak sampai ke pemukiman warga.

“Sudah ada izin dari DPMPTSP, izin itu terbit tanggal 19 Agustus lalu. Yakni izin penggunaan dan pemanfaatan tanah untuk industri usahanya. Tinggal izin dari DLH saja belum turun, belum ada survei dari DLH. Usaha ini sudah saya geluti sejak dua tahun,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Trowulan, Kompol Subiyanto mengaku, pihaknya belum memantau perihal polemik industri peralatan dapur dan aluminium yang meresahkan warga tersebut. “Kita akan melakukan pengecekan ke lapangan dulu,” ujarnya.

Sebelumnya, sebuah usaha pengolahan alumunium di Dusun Nglinguk, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto dikeluhkan warga. Ini lantaran aroma bau yang menyengat dari usaha pengolahan peralatan dapur dan meja dari logam tersebut.

Warga yang resah berharap usaha pengolahan alumunium UD SJA milik NRD tersebut ditutup. Usaha pengolahan alumunium yang digunakan untuk bahan pembuatan peralatan dapur ini berdiri sejak dua tahun yang lalu dan lokasinya hanya berjarak 20 sampai 25 meter dengan pemukiman warga. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar