Pendidikan & Kesehatan

Pemerintah Tambah 15 Juta Vaksin Covid-19

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah bersama Satgas Penanganan Covid-19 Nasional kembali menjemput kedatangan vaksin dari Sinovac. Kedatangan vaksin tahap ketiga ini berjumlah 15 juta dosis.

“Kita bersyukur bahwa Pemerintah dapat mendatangkan lagi vaksin Sinovac untuk tahap ketiga yang akan menambah ketersediaan jumlah vaksin untuk masyarakat,” jelas Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Dony Monardo, Rabu (13/1/2021).

Namun demikian, kata Doni, vaksin hanya sebagai alternatif untuk mengatasi pandemi. Akan tetapi yang lebih penting harus diimbangi dengan kepatuhan kepada protokol kesehatan.

“Seperti yang selalu diingatkan oleh Bapak Presiden, vaksinasi harus diimbangi dengan kepatuhan kepada protokol kesehatan. Seperti memakai masker, menjaga jarak atau menjauhi kerumunan, dan mencuci tangan,” terangnya.

Lebih lanjut, kata Dony, kasus aktif Covid-19 di Indonesia sudah naik sebesar lebih dari dua kali lipat dalam dua setengah bulan terakhir. “Hal ini juga menjadi perhatian, agar masyarakat tetap tak henti-hentinya mematuhi protokol kesehatan di manapun berada,” tegasnya.

Sementara itu Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, vaksinasi Covid-19 juga merupakan ikhtiar untuk mengurangi penyebaran virus di tengah-tengah masyarakat. “Oleh karenanya saya menghimbau kepada seluruh umat beragama untuk tidak perlu ragu lagi dalam melakukan vaksinasi Covid-19 ketika gilirannya tiba. Ini adalah kewajiban moral kita sebagai umat beragama,” ungkapnya.

Selain itu, fatwa halal dan suci juga sudah dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Fatwa MUI untuk vaksin Covid-19. “Artinya vaksin ini boleh digunakan untuk seluruh umat Islam selama terjamin keamanannya menurut ahli yang kredibel dan kompeten,” tegasnya.

Sebelumnya Pemerintah Indonesia juga telah mendatangkan vaksin Covid-19 Sinovac dalam dua tahap, yaitu 1,2 juta dosis pada 6 Desember 2020, dan 1,8 juta dosis pada 31 Desember 2020.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) juga mengeluarkan persetujuan penggunaan dalam kondisi emergensi (Emergency Use Authorization/EUA) dan Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa halal untuk vaksin Covid-19 dari Sinovac. [rin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar