Pendidikan & Kesehatan

Antisipasi Masuknya Mutasi Baru Covid-19

Pemerintah Larang WNA Datang ke Indonesia

Surabaya (beritajatim.com) – Diketahui bahwa virus SARS-CoV-2 atau Covid-19 telah memiliki mutasi baru yakni yang disebut B.1.1.7 atau VUI202012/01. Mutasi baru dari Covid-19 Ini pertama kali ditemukan di 2 negara bagian Inggris yakni di Kent dan Medway.

Prof Zubairi Djoerban, Ketua Satgas Covid-19 IDI dalam dialog para pakar, di Media Center Graha BNPB yang dilangsungkan secara daring, menyebut bahwa mutasi virus baru atau B117 ini memiliki daya sebar yang 71 persen lebih tinggi daripada jenis yang lama.

“Tingkat penyebaran mutasi yang baru ini B117 lebih cepat 71 persen. Namun meskipun tingkat penyebarannya begitu tinggi, para ahli yakin b117 tidak lebih mematikan,” ujar Prof Zubairi, Selasa (29/12/2020).

Terkait hal itu, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri dengan sigap melakukan upaya pencegahan strategis, yakni melakukan regulasi pelarangan masuk Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia.

Cecep Herawan selaku Sekretaris Jendral Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa pelarangan masuk WNA dari seluruh negara di dunia diberlakukan selama 14 hari dan dimulai pada 1-14 Januari 2021.

Cecep mengatakan, pada dasarnya pelarangan WNA masuk Indonesia sudah sejak April 2020, atas dasar Permenkumham no.11 2020, orang asing tidak boleh masuk Indonesia dan tidak boleh transit di Indonesia, meski demikian masih ada pengecualian.

Sedangkan kebijakan tersebut diperbaiki dan diperbarui pada Juli 2020, dengan menerapkan Travel Corridor Arragement (TCA) yang mana pelarangan diberlakukan kecuali dari 4 Negara yang tergabung, yakni Uni Emirat Arab, Korsel, Tiongkok dan Singapura.

“Untuk Juli itu kita berlakukan pelarangan dengan berlandaskan pada Permenkumham no. 26 tahun 2020, jadi mereka yang tergabung dalam TCA bisa masuk Indonesia dengan syarat protokol kesehatan ketat,” terang Cecep.

Kemudian, kebijakan pun disesuaikan kembali sesuai dengan kondisi yang terjadi saat ini atas penemuan mutasi baru B117. Kementerian Luar Negeri, melarang secara penuh WNA masuk Indonesia selama 14 hari, tak terkecuali mereka yang tergabung dengan TCA.

“Pada awalnya, kita mengsuspen atau menangguhkan warga negara Inggris, tapi karena sudah menyebar dengan luas dan sangat cepat, maka untuk saat ini kita menutup keseluruhan warga negara asing. TCA kita tangguhkan juga, jadi tidak hanya, Inggris, Austrilia dan Singapura, tetapi dengan semua negara. Kecuali kunjungan resmi tingkat menteri ke atas yang bisa dibuka,” tukas Cecep.

Penutupan akses masuk kepada WNA tidak bisa segara dilakukan sejak diumumkan mutasi baru pada tanggal 28/12 lalu karena berbagai pertimbangan.

“Pertimbangannya memperhatikan kondisi lapangan, inginnya langsung menutup pada tanggal 28 sejak ada pengumuman WHO tentang strain virus baru ini, tapi harus memperhatikan juga traveller yang sudah dalam perjalanan. Meski demikian kami sudah menerapkan parameter protokol kedatangan lebih ketat, untuk sisa hari sampai tanggal 1 nanti, yakni berupa PCR di onside kedatangan dan kewajiban isolasi karantinanl selama 14 hari di tempat isolasi yang sudah disediakan pemerintah,” terangnya.

Selain itu, Cecep pun menambahkan bahwa telah dilakukan berbagai pengetatan di semua pintu masuk, baik bandara maupun pelabuhan.

“Kesiapannya adalah tidak semua bandara dan pelabuhan di buka, jadi kami meminimalisir pintu masuk. Pengaturan KKP (Karantina Pelabuhan), melakukan pengetatan, juga menambah SDM dan Teknologi. Infrastruktur juga kita tambah. Di Angkasapura dan Pelindo, ada PCR onside,” tambah Cecep. [adg/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar