Pendidikan & Kesehatan

Pembukaan Data Pasien Covid-19 Penting untuk Pelacakan Pandemi

Foto ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Langkah Pemkot Surabaya yang membuka data pasien Covid-19 mendapatkan apresiasi dari kalangan medis. Dokter sekaligus anggota DPRD Surabaya, Akmarawita Kadir berpendapat jika hal itu penting untuk melakukan tracing.

“Dalam penanganan penyebaran COVID-19 ini penting untuk melakukan test, tracing, dan treat, atau kita lebih kenal dengan 3 T, untuk kepentingan tracing agar bisa lebih mengendalikan penyebaran ini perlu adanya data yang akurat. Nah saya melihat ada peningkatan tracing disini, yaitu dengan mendetailkan alamat-alamat yang ada pada penderita covid-19,” kata Dokter Akma.

“Menurut saya ini bagus karena dapat meningkatkan kewaspadaan warga di setiap RT dan RW untuk menjaga pentingnya melaksanakan protokol kesehatan. ini sudah tepat menurut saya,” tambahnya.

Lebih lanjut, politisi Golkar ini menggarisbawahi beberapa hal secara khusus. “Yang penting data tersebut tidak menyangkut nama, tetapi hanya lokasi dan alamat serta jumlah yang terkonfirmasi covid -19 saja,” katanya.

“Ini sangat baik, dan saya mendukung pemkot untuk melakukan ini. Kalau saya perhatikan di webnya di lawancovid milik pemkot, dapat kita lihat bersama alamat detail dengan jumlah terlonvirmasi covid-19, tapi kita tidak bisa melihat identitas pasien. Jadi ada beberapa orang tertentu saja yang bisa membuka Identitas pasien, siapa saja yang membuka data ini, yang pasti adalah orang-orang dari tim gugus tugas yang mempunyai kepentingan 3T tadi. Sedangkan kita yang tidak berkepentingan tidak bisa membuka identitas pasien, hanya bisa melihat alamat, lokasi dan jumlah yang terkena covid-19,” lanjut Dokter Akma.

Ia pun meminta jika kerahasiaan rekam medis tetap menjadi perhatian khusus. “Menyangkut kerahasiaan rekam medis, memang kita tidak boleh mengekspose indentitas pasien apalagi diagnosa pasien dan keterangan isi lainnya yang menyangkut rekam medis. Itu ada pidananya sesuai dengan UU no 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran, karena menurut UU tersebut berkasnya itu milik instansi kesehatan, dan isinya adaalah milik pasien,” tegasnya

“Rekam medis ini bisa digunakan hanya untuk pengobatan, peningkatan pelayanan, Pendidikan dan penelitian, pembiayaan, statistik kesehantan, dan pembuktian pada masalah hukum dan etika. Menurut saya website lawancovid-19 milik pemkot surabaya sudah baik, jadi hanya orang tertentu saja yang bisa mengakses lebih deteil ke identitas pasien, misalnya tadi tim gugus tugas dan petugas puskesmas ingin mengantar makanan, atau ingin mengontrol perkembangan penyakitnya, atau RT dan RW ingin memastikan kalau orang yang isolasi mandiri tidak keluar rumah, kan harus tahu alamat detailnya,” pungkas Dokter Akma. [ifw/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar