Pendidikan & Kesehatan

Pembuatan Shelter Baru di Ponorogo Kembali dapat Penolakan Warga

Salah satu gedung di setra IKM Kampung Reyog yang akan dijadikan shelter baru. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pembuatan shelter baru untuk pasien covid-19 dalam menjalani isolasi, lagi-lagi mendapatkan penolakan. Jika sebelumnya pembuatan shelter di SMA PGRI dan wisma koperasi ditolak oleh warga sekitar. Kali ini, shelter baru yang rencananya di salah satu gedung sentra industri kecil menengah (IKM) Kampung Reyog mendapatkan penolakan dari pengrajin gamelan maupun peralatan reyog yang ada di sana.

“Kami para pengrajin yang ada di sentra IKM, satu komando menolak adanya shelter untuk pasien Covid-19,” kata Rendi, perwakilan pengrajin di sentra IKM Kampung Reyog, Kamis(17/12/2020).

Penolakan dari pengrajin itu bukan tanpa alasan. Meski pandemi, para pengrajin ini tetap produktif untuk membuat berbagai karya. Mulai dari perangkat gamelan sampai peralatan pertunjukan reyog. Mereka khawatir, jika bersebelahan dengan shelter, masyarakat tidak mau datang ke sentra IKM. Akibatnya, masyarakat tidak membeli produk para pengrajin.

“Bukannya kami melawan pemerintah, lha wong tempat ini milik pemerintah kok. Kami meminta ada kebijakan untuk membuat shelter di tempat lain,” katanya.

Untuk diketahui, ksus konfirmasi baru di Ponorogo setiap hari bertambah. Pertambahan itu sudah membuat rumah isolasi di shelter jalan Trunojoyo sudah penuh. Begitupun ruang isolasi di rumah sakit rujukan juga hampir penuh. “Lonjakan kasus Covid-19 membuat rumah isolasi dan ruang isolasi di rumah sakit rujukan menjadi hampir penuh,” kata Wakil Bupati Soedjarno.

Oleh karena itu, Pemkab Ponorogo bersiap membuka shelter baru guna antisipasi membeludaknya pasien yang di isolasi. Sebab shelter yang letaknya di bangunan bekas perpustakaan milik daerah (Perpusda) itu, sekarang kondisinya sudah penuh. utuskan beralih menggunakan sentra industri kecil menengah (IKM) Kampung Reyog,” katanya.

Namun, rencananya yang akan digunakan hanya gedung yang paling timur. Sudjarno menyebut, pihaknya meminta agar pengerjaan selter tambahan yang juga masih terletak di jalan Trunojoyo itu secepatnya dilakukan. Hal itu dikarenakan banyaknya pasien yang harus menjalani isolasi. “Jadi nanti ada pembatas setinggi 3 meter antara gedung barat dengan gedung timur yang akan dijadikan shelter ini,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar