Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Pemberian Jaminan Anak Yatim Piatu Korban Covid-19 Terhambat Pendataan

Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron

Bangkalan (beritajatim.com) – Korban pandemi Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, selama setahun ini cukup banyak. Dari jumlah tersebut, tak sedikit anak-anak kehilangan orangtua.

Untuk meringankan beban keluarga, pemerintah Kabupaten Bangkalan berencana memberikan jaminan. Namun, hingga saat ini pemberian jaminan itu masih terhambat pendataan.

Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron menyebutkan saat ini pihaknya masih melakukan pendataan dan memilah data sesuai dengan klasifikasi yang ditentukan. “Para anak yang ditinggalkan orangtuanya harus mendapat perhatian lebih, saat ini kami sedang melakukan pendataan dari angka kematian yang ada,” ujarnya, Rabu (18/8/2021).

Selain itu, ia menyebut ada beberapa jaminan yang rencananya diberikan pada anak yatim piatu ini. Salah satunya yakni jaminan pendidikan, jaminan kesehatan dan juga jaminan hidup. “Pemerintah akan bertanggungjawab untuk jaminan tersebut agar para generasi penerus dapat meraih cita-citanya,” tambahnya.

Ia menjelaskan, anak-anak yang ditinggal orang tua karena meninggal dunia itu membutuhkan perhatian lebih, terutama mereka yang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

“Jadi Pemerintah Bangkalan benar-benar akan memperhatikan anak-anak yatim piatu. Kami juga berharap kita semua dapat bersama-sama saling membantu dalam memperhatikan anak-anak yatim piatu, baik dari kehidupannya, kesehatannya, bahkan pendidikannya,” pungkasnya.

Diketahui, saat ini jumlah total kematian akibat Covid-19 di Bangkalan, sebanyak 648 orang sejak awal kasus hingga 17 Agustus 2021. Dari jumlah tersebut nantinya akan diklasifikasikan untuk menentukan jumlah kematian orang tua yang memiliki tanggungan anak. [sar/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar