Pendidikan & Kesehatan

Pembelajaran Daring di Bangkalan Belum Merata

Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan, Bambang Budi Mustika

Bangkalan (beritajatim.com) – Lantaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang hingga 2 Agustus 2021, seluruh lembaga sekolah wajib menetapkan pelaksanaan belajar mengajar dengan sistem dalam jaringan (daring).

Namun, sistem tersebut tidak bisa dilaksanakan merata pada semua siswa terutama bagi siswa di pelosok. Alasannya, selain keterbatasan jaringan, kepemilikan telepon seluler masih menjadi kendala utama.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan, Bambang Budi Mustika menyebutkan kendala pelaksanaan daring masih banyak. “Iya kami akui memang ada kendala, salah satunya ketersediaan sinyal, pemahaman IT masih belum bisa kami penuhi,” ungkapnya, Rabu (28/7/2021).

Baca Juga:

    Meski begitu, ia mengaku terus melakukan upaya agar kebutuhan belajar siswa tetap terpenuhi, salah satunya dengan menyalurkan buku belajar pada seluruh siswa. Selain itu, sejumlah guru juga berinisiatif untuk melakukan pembelajaran door to door. “Bisa disebut belajar kelompok, namun itu belum ada izin resmi, sebab kami harus taat aturan pemerintah,” ungkapnya.

    Sementara itu, Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron memgatakan hingga saat ini pemerintah pusat masih menginstruksikan pembelajaran melalui sistem daring. Sehingga izin pembelajaran tatap muka belum diperbolehkan. “Dari pusat untuk tatap muka belum diperkenankan sehingga kami harus mentaati aturan itu,” jelasnya.

    Namun, ia mengaku telah menerima banyak keluhan masyarakat untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. Sebab, masyarakat takut para siswa terlambat untuk belajar baca tulis. “Masyarakat takut kalau putra putrinya tidak bisa baca tulis terutama untuk siswa yang baru masuk SD,” tandasnya.[sar/kun]


    Apa Reaksi Anda?

    Komentar