Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Peluang Usaha UMKM yang Sesuai di Masa Pandemi Covid

Foto bersama seluruh mitra binaan dalam workshop pembuatan besek

Surabaya (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 berpengaruh pada penurunan perekonomian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tak terkecuali UMKM Pokwan Sejahtera Abadi. Turun tangan bantu tingkatkan mutu dan daya saing UMKM, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengabdian Masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) inisiasi pelatihan dan pemberdayaan dengan fokus pada manajemen dan branding.

Pada masa Pandemi Covid-19, UMKM Pokwan Sejahtera Abadi di Desa Sukosari, Kabupaten Ponorogo mengaku mengalami berbagai kendala. Dosen pembimbing lapangan Tim KKN Abmas ITS, Mashuri SSi MT menyebutkan bahwa permasalahan yang dihadapi adalah pemasaran produk yang kurang optimal. Hal tersebut ditengarai karena kurangnya pengetahuan dan adaptasi terhadap IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) di kalangan para pelaku UMKM.

Lebih lanjut, Mashuri menyebutkan bahwa pengetahuan mengenai pengemasan produk yang minim pada UMKM turut mempengaruhi tingkat penjualan. Hal ini dikarenakan produk yang dihasilkan terlihat kurang menarik dan terkesan monoton. “Para pelaku UMKM ini masih kurang akan kesadaran tentang pentingnya manajemen dan branding sebagai parameter kemajuan dan keberhasilan usaha,” ujarnya.

Berangkat dari kondisi tersebut, Tim KKN yang beranggotakan 30 mahasiswa ini mengadakan pelatihan terpadu selama tiga hari. Pada hari pertama, dilakukan pelatihan digitalisasi branding, marketing, dan manajemen usaha lengkap dengan simulasi pembuatan akun Go-Food untuk produk UMKM. Menurut Dosen Departemen Fisika ITS ini, upaya pembuatan akun tersebut dilakukan guna membantu penjualan daring yang ramah situasi pandemi.

Pada hari kedua dan ketiga dilangsungkan lokakarya pengemasan dan pembuatan besek. Kegiatan ini dilakukan karena terjadi peningkatan permintaan pasar untuk penggunaan besek anyaman bambu sebagai kemasan sekaligus upaya mengurangi limbah wadah plastik. Dengan penggunaan kemasan besek diharapkan produk UMKM dapat menarik minat pembeli.

Selain itu, Mashuri menerangkan bahwa timnya turut mengembangkan website khusus produk UMKM Desa Sukosari. Melalui laman UMKM Pokwan Sejahtera Abadi, pengunjung dapat mengetahui informasi mulai dari jenis, harga, lokasi, dan cara pemesanan produk UMKM. Upaya lain digitalisasi branding produk UMKM yang juga dilakukan tim KKN Abmas ITS dengan memanfaatkan sosial media dengan dibuatnya akun instagram UMKM Sukosari.

Sebagai penutup, Mashuri menyampaikan bahwa kegiatan KKN ini diharapkan dapat menjadi sarana kontribusi dan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa ITS. Selain itu, Mashuri berharap melalui pelatihan dan website yang telah dibuat dapat membantu peningkatan ekonomi para pelaku UMKM di Desa Sukosari. [but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar