Pendidikan & Kesehatan

Pelantikan Dokter Spesialis FK Unair Dilakukan Online dan Offline, Dekan: Bantu Tangani Pandemi dengan Tulus

Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) hari ini, Rabu (17/6/2020) melantik 36 Dokter Spesialis 1 dan Spesialis 2, secara offline dan online.

Sebanyak 10 perwakilan dari tiap program spesialis dilantik langsung secara offline oleh Dekan FK Unair Prof Soetojo, di Aula FK Unair. Sedangkan 26 Dokter Spesialis yang lain dilantik secara online pada kesempatan yang sama.

Prosesi pelantikan online Dokter Spesialis merupakan yang pertama kali dilakukan oleh FK Unair. Pelantikan yang dilakukan secara terbatas ini berlangsung penuh khidmat.

“Ya karena pandemi ini kita tidak tahu kapan berakhirnya jadi pilihan pelantikan online menjadi hal yang harus dilakukan. Pasalnya kalau kita menunggu pelantikan formal seperti biasa akan cukup lama menunggu pandemi berakhir sedangkan kita tidak tahu kapan berakhirnya dan tenaga dokter terus menerus dibutuhkan,” papar Prof Soetojo.

Selain itu, Prof Soetojo pun berpesan bahwa dokter-dokter spesialis baru ini bersedia ditempatkan atau mengambil tempat kerja di daerah untuk memeratakan pemenuhan dokter di seluruh pelosok tanah air.

“Ya nanti ini dia setelah lulus harus mendaftar Dinas Kesehatan di mana dia mau ditempatkan. Saya sarankan supaya kita harus menyebar seluruh negara ini. Karena memang selama ini masih numpuk di kota besar. di Jawa Timur saja belum merata masih banyak rumah sakit tidak punya dokter spesialis seperti Sampang dan Gawean. Harapan saya ada lah yang mau disana,” ujarnya.

Selain itu, Prof Soetojo pun mengatakan bahwa dalam pandemi Covid-19, dokter menjadi garda terdepan untuk itu, saat terjun ke masyarakat dan mengaplikasikan ilmu kedokteran dalam penanggulangan Covid-19, dokter baru harus tahu tempat dan potensi pasiennya.

“Harus terus waspada, tahu tempat dan posisi dirinya dimana, jika berada di tempat kerja yang rawan terpapar maka gunakan lah APD (Alat Pelindung Diri) yang layak, tahu potensi dirinya, kalau lelah ya beristirahat, tahu potensi pasiennya, bisa saja pasiennya masih bugar tapi ternyata sakit. Jadi tetap waspada. Tugas dokter memang berat, tapi lakukanlah dengan ikhlas dan tulus,” pungkas Prof Soetojo.

Karina Dyahtantri Pratiwi dr M Ked.Klin Sp.DV, salah satu dokter spesialis yang hari ini dilantik mengatakan bahwa pelantikan online ini tidak mengubah arti dan kekhidmatan prosesi.

“Ya meskipun tidak sama prosesnya seperti yang lalu lalu, pakaian kami lebih sederhana dan disesuaikan dengan kondisi prihatin, yang mendampingi juga terbatas. Tapi sama sekali tidak mengurangi makna dan kekhidmatan nya,” ungkap Dr Karina.

Ia pun mengatakan terlebih di tengah pandemi peran dokter sangat dibutuhkan sehingga ia sudah menyiapkan mental untuk mengambil tugas bersama para dokter lainnya dalam penanggulangan Covid-19.

“Tentunya kami punya tugas sebagai agent of change, untuk itu kami dapat lebih waspada, karena memang beberapa masih belum memahami bahaya dari Covid-19,” tuturnya. [kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar