Pendidikan & Kesehatan

Pelantikan dan Sumpah Dokter Gigi Unair Dilakukan Daring

Surabaya (beritajatim.com) – Sudah menjadi hal baru saat pandemi, acara seremonial dilakukan secara daring atau online. Seperti halnya Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (FKG Unair) menggelar pengambilan sumpah dokter gigi dan dokter gigi spesialis secara daring, Senin (28/9/2020).

Seremonial pengambilan sumpah kepada 62 dokter gigi dan 25 dokter gigi spesialis ini dipimpin langsung oleh Dekan FKG Unair R. Darmawan Setijanto, Dr. drg., M.Kes. Ia mengatakan, meski di tengah pandemi pendidikan tinggi di Unair masih dapat beradaptasi dan berjalan. Hal ini dibuktikan, Unair dapat menjalankan kewajibannya yaitu mengukuhkan para dokter gigi dan dokter gigi spesialis yang telah merampungkan pendidikannya.

“Sumpah yang barusan diucapkan oleh lulusan-lulusan hebat ini bukanlah sekadar sumpah. Sumpah ini adalah bentuk dari takdir Tuhan Yang Maha Esa bahwa saudara-saudara akan mendedikasikan kehidupan saudara kepada kemanusiaan sebagai dokter gigi. Mulai saat ini, para lulusan akan dipercaya untuk mendedikasikan kepakarannya demi kesejahteraan umat manusia dan sumpah itu adalah pertanggungjawaban kepada Tuhan di akhirat nanti,” ungkapnya.

Sambutan Dekan FKG Unair dilanjut oleh sambutan Rektor yang pada pagi itu diwakilkan oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA.

Pada kesempatan itu, Prof Bambang menuturkan bahwa dengan dilantiknya lulusan-lulusan dokter gigi dan dokter gigi spesialis, maka Unair telah meluluskan 5.740 dokter gigi sejak 1948 dan 1.146 dokter gigi spesialis sejak 1990. Ia juga mengatakan bahwa para lulusan tidak hanya akan menggeluti keahliannya di dunia kerja, tetapi juga dunia pengabdian

“Mengapa dunia pengabdian? Karena pada hakikatnya profesi dokter itu memang kental dengan dunia pengabdian. Sebab, selain profesi sebagai lahan untuk bekerja dan memperoleh pendapatan, dokter sejatinya adalah profesi untuk pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan. Jadi, jangan menjalani profesi ini semata-mata sebagai lahan mencari penghasilan saja,” terangnya.

Dalam sambutannya, Prof. Bambang juga mengingatkan terhadap lulusan-lulusan baru untuk siap terhadap tantangan yang tidak ringan guna menjalani profesi ini dengan baik. Ia mengatakan bahwa masalah kesehatan dan profesi dokter gigi menjadi semakin kompleks, karena memerlukan disiplin ilmu yang lain. Artinya, profesi kedokteran gigi masih memerlukan multi-disiplin ilmu jadi para dokter gigi jangan lelah-lelahnya untuk belajar.

Pada akhir, Guru Besar FKH Unair itu juga mengujarkan terhadap para lulusan untuk berbangga bahwa mereka telah berkembang menjadi mahasiswa dari suatu universitas bereputasi sangat baik dan secara teguh memegang tradisi Excellence with Morality, yaitu Unair. [adg/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar