Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Pelaksanaan PTM 100 Persen di Jombang Batal, Ini Pemicunya

Foto ilustrasi pelaksananaan PTM dengan menerapkan protokol kesehatan.

Jombang (beritajatim.com) – Rencana Pemkab Jombang melaksanakan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) pada Rabu (2/2/2022) terpaksa dibatalkan. Hal itu menyusul munculnya kasus Covid-19 di Kota Santri. Setiap hari ada penambahan kasus baru.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, Rabu (2/2/2022) sudah ada 13 kasus Covid-19. Padahal, kasus Covid-19 di Jombang dua bulan sebelumnya sudah nihil. Dari 13 positif Covid itu, delapan orang manjalani isolasi, sedangkan lima lainnya dirawat di sejumlah rumah sakit.

Rinciannya, dua orang dirawat di RSUD Ploso, kemudian masing-masing satu orang di RSI Jombang, RSUD Jombang, serta RS lain. “Karena adanya penambahan kasus Covid-19, PTM 100 persen yang sedianya mulai dilaksanakan hari ini, kita tunda,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo.

Agus menjelaskan bahwa pihaknya lebih mengutamakan keselamatan anak didik. Dia juga mengungkapkan bahwa penetapan PTM 100 persen itu berdasarkan rapat koordinasi yang dilakukan Januari 2022. Saat itu, Kabupaten Jombang sudah memenuhi parameter pelaksanaan PTM 100 persen. “Akhirnya, kita memutuskan memulai PTM 100 persen pada Februari ini,” lanjutnya.

Namun rencana tersebut tidak berjalan mulus. Karena mulai akhir Januri, kasus Covid-19 mulai muncul. Bahkan jumlahnya selalu meningkat dari hari ke hari. “Makanya untuk menjaga keselamatan anak didik, PTM 100 persen kita tunda dulu,” kata Agus menegaskan.

Plt (Pelaksana tugas) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang Jumadi membenarkan penundaan itu. Sebagai gantinya proses belajar mengajar menggunakan sistem shift atau giliran. Teknisnya, anak didik dibagi menjadi dua kelompok.

“Karena PTM 100 persen ditunda, maka kita menggunakan sistem seperti sebelumnya, yakni shift. Gelombang pertama hadir pada sesi belajar pagi, lalu kelompok kedua pada sesi siang,” ungkap Jumadi sembari mengungkapkan bahwa pihaknya belum berani memberikan kepastian kapan PTM 100 persen dilaksanakan lagi. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar