Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Pelajar di Kota Mojokerto Dapat Fasilitas Gratis, Honor GTT dan PTT Juga Naik

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat menghadiri Sosialisasi Program Prioritas Pendidikan Kota Mojokerto di SMPN 4 Kota Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Tak hanya ribuan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan swasta yang mendapatkan fasilitas gratis, namun juga bagi Guru Tidak Tetap (GTT) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT). GTT maupun PTT yang sudah berstatus P3K akan mendapatkan kenaikan honor.

“Untuk tenaga pendidik dan kepala sekolah terima kasih banyak atas inovasi dan kolaborasinya selama ini. Saya faham betul kondisi saat ini memang sulit, dimana yang biasanya kita biasanya mengajarnya pakai cara konvensional, sejak pandemi ini kita harus mengajar dengan virtual,” ungkapnya saat Sosialisasi Program Prioritas Pendidikan Kota Mojokerto di SMPN 4 Kota Mojokerto, Rabu (15/9/2021).

Ning Ita (sapaan akrab, red) berharap, para tenaga pendidik dan kepala sekolah terus bisa berinovasi dan terus mengajar dengan LCD Proyektor saat pembelajaran tatap muka. Tujuannya agar para peserta didik bisa lebih mudah memahami pelajaran yang disampaikan. Ning Ita berpesan agar GTT maupun PTT di Kota Mojokerto bisa berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K).

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat menghadiri Sosialisasi Program Prioritas Pendidikan Kota Mojokerto di SMPN 4 Kota Mojokerto.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto Amin Wachid menambahkan, tahun 2021 honor GTT dan PTT di Kota Mojokerto naik. “Dulu honorarium GTT/PTT hanya sebesar Rp700 ribu perbulan, kini honor mereka naik menjadi Rp1.750 ribu, itu belum termasuk tunjangan lain-lain,” ujarnya.

Masih kata Amin, tambahan insentif dari BOS dan uang asuransi, rata-rata penghasilan guru honorer di Kota Mojokerto mencapai Rp2,2 juta per bulan. Saat ini, jumlah GTT di Kota Mojokerto sebanyak 221 orang dan 137 orang diantaranya sudah mengikuti tes P3K dengan kuota yang tersedia sebanyak 108 orang.

“Ini adalah upaya kita untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Ke depan kita akan mengusahakan mereka agar bisa diangkat menjadi P3K sehingga tidak ada lagi guru yang berstatus honorer. P3K adalah ASN dengan status non PNS, serta memiliki gaji dengan besaran sama dengan PNS. Namun bedanya, P3K ini tidak mendapatkan dana pensiun seperti umumnya PNS,” jelasnya. [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar