Pendidikan & Kesehatan

The International Event 2020

Pekan Ngaji 5 Usung Tema ‘Think Global Act Local’

Pamekasan (beritajatim.com) – Pekan Ngaji 5 yang digagas Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, bakal kembali digelar selama sepekan kedepan. Terhitung mulai Rabu hingga Sabtu (8-18/1/2020) mendatang.

The International Event kali ini, mengusung tema ‘Think Global Act Local’ sekaligus dijadikan sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan sebelumnya yang mengusung tema ‘Menuju Generasi Shalih dan Muslih’.

Even tahunan yang digelar setiap awal tahun di lingkungan Pesantren Bata-Bata (sebutan populer Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata). Tentunya bakal menjadi momentum tepat mengeksplor berbagai potensi para santri, yang selama ini selalu diidentikkan dengan ‘komunitas tertinggal’.

Padahal pesantren dengan segala keunikannya, tetap menjadi lembaga pendidikan yang survive. Karena kiprahnya di tengah-tengah masyarakat terbukti bukan hanya sebatas fokus di lingkungan pendidikan semata, tetapi juga pada lingkup lain seperti budaya, ekonom, politik hingga aspek sosial lainnya.

Dari itu, dinamisasasi pesantren selalu menjadi acuan dari segala perubahan yang ada di tengah-tengah masyarakat. Sehingga tidak salah ketika berbagi inovasi dari pesantren selalu ditunggu keberadaannya di lingkungan masyarakat majemuk.

Hal tersebut menandakan keberadaan Pesantren Bata-Bata menjadi salah satu elemen yang peka akan pentingnya sebuah inovasi. Bahkan berbagai inovasi yang dilakukan oleh pesantren yang terletak di Dusun Bata-Bata, Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, selalu menjadi palang pintu bagi inovasi yang dikembangkan di pesantren lainnya, tidak terkecuali di lingkungan masyarakat secara umum.

Berbagai inovasi maupun terobosan tersebut tidak bisa dilepaskan dari sebuah ‘komitmen’ yang sempat disampaikan Pengasuh Ketiga Pesantren Bata-Bata, yakni KH Ahmad Mahfudz Zayyadi; ‘Sakabbinah parkara manabi e dhesareh kalaben ikhlas, isnya’ Allah samporna’ (segala sesuatu yang didasari ikhlas, insya’ Allah sempurna).

Kunci semua inovasi yang dilakukan Pesantren Bata-Bata berdasarkan keikhlasan dan bermanfaat bagi semuanya. Salah satu inovasi fenomenal yakni pelaksanaan Pekan Ngaji. Satu kegiatan komplit meliputi berbagai sektor, baik pendidikan, ekonomi kreatif, kebudayaan, entertain dan lainnya. Bahkan pembangunan fisik dan non fisik juga menjadi domain dari pelaksanaan spektakuler bertaraf internasional.

Selaras dengan tema kali ini; ‘Think Global Act Local’ justru menjadi sebuah keniscayaan yang harus dihadapi oleh para kaum santri. Terlebih saat ini banyak kaum santri yang sudah melanglang buana ke berbagai negara di dunia, salah satu tanda sebagai jika mereka mulai terbuka dengan berbagai keadaan.

Dari itu, santri tidak hanya hadir sebagai sosok yang bergelut di bidang spritualitas semata. Tapi juga hadir sebagai insan patriotis membentuk, mempertahankan dan menjaga NKRI. Termasuk pada era moderen-kontemporer saat ini, santri juga harus ikut andil mengelaborasi, mempertemukan antara ilmu Islam murni dan sains.

Tidak hanya itu, sosok santri juga dituntut agar mampu menghadapi dan mengendalikan perubahan zaman. Jika pada zaman penjajahan dulu, santri mampu tampil heroik. Sudah semestinya saat ini santri harus mampu tampil heroik pula dalam menghadapi tantangan era globalisasi.

Perkembangan pesat teknologi di era saat ini, tentunya juga menuntut kaum santri untuk bisa melakukan berbagai perubahan dan memiliki kemampuan beradaptasi yang baik. Bahkan santri juga dituntut memiliki intelektual yang luas, menekuni kajian keagamaan hingga harus melengkapi diri dengan pengetahuan umum.

Sebab jika santri hanya mengandalkan ilmu agama semata, bukan tidak mungkin mereka akan sulit untuk bersaing di era globalisasi. Dan tidak kalah penting, para kaum santri juga harus tetap mempertahankan sikap dan perilaku yang arif sesuai dengan sosio kultur adat ketimuran. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar