Pendidikan & Kesehatan

Peduli Pendidikan, 15 Remaja Dirikan Rumah Baca Lentera Wilis

Kediri (beritajatim.com) – Peduli akan pentingnya pendidikan usia dini, sekolompok mahasiswa dan pelajar di Kabupaten Kediri mendirikan rumah literasi gratis. Selain diberikan pendampingan belajar, anak-anak desa ini juga diperbolehkan membaca buku sepuasnya untuk menambah pengetahuan. Pendidikan dini di lereng gunung wilis Kabupaten Kediri masih menjadi hal yang mahal.

Hal itulah yang menginisiatif sekelompok mahasiswa dan pelajar di Kabupaten Kediri mendirikan rumah literasi gratis, yang diberi nama Rumah Baca Lentera Wilis. Lembaga yang berada di Desa Joho, Kecamatan Semen ini fokus pada peningkatan minat belajar dan baca dari anak-anak pedesaan di lereng Gunung Wilis.

“Kebanayakan warga sini bekerja sebagai petani, dan buruh tani, sehingga kurang memperhatikan pendidikan anak- anaknya. Nah, kami mencoba untuk mendirikan rumah baca ini,” ujar Putri, salah satu relawan.

Berdiri sejak tiga tahun lalu, rumah literasi ini, telah membantu lebih dari 30 anak desa mendapatkan pendampingan palajaran. Selain diajarkan pelajaran formal, ditempat ini para siswa juga dapat membaca buku sepuasnya untuk menambah pengetahuan.

Selama masa pandemi ini, kegiatan belajar dilakukan setiap hari mulai pukul 9 hingga 12 siang dengan melibatkan sedikitnya 15 orang relawan yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar SMA, yang tergerak hatinya untuk mengajar di tempat tersebut.

Hal senada juga diungkapkan Alisyah, yang juga turut menjadi relawan “Tidak hanya membantu pendidikannya, para relawan ini juga mencari donatur untuk membeli buku dan peralatan belajar, diharapkan dengan adanya rumah literasi tersebut, anak-anak desa dapat memperoleh pendidikan yang layak”.

Dalam progam belajar tersebut, selain diajarkan tentang materi sekolah, dan ketertarikan untuk membaca, sebulan sekali para relawan juga memiliki program “Jika Aku Menjadi”. Dalam program tersebut, relawan mengajak sejumlah pemuda sukses dari berbagai bidang, selanjutnya mereka diminta menceritakan tentang perihal kesuksesan mereka.

Tujuannya untuk memotivasi anak-anak agar giat belajar dan gemar membaca. “Kita juga berbagi ilmu dalam mengajar ini. Kita kenalkan mereka kepada profesi-profesi yang mungkin selama ini mereka awam, jadi adik-adik ini akan memiliki wawasan yang luas,” tutup Alisyah. [nm/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar