Pendidikan & Kesehatan

Pedonor Plasma Konvalesen Terus Bertambah di Gresik

Seorang pedonor plasma konvalesen sedang menjalani pemeriksaan di PMI Cabang Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Pedonor plasma konvalesen di PMI Cabang Gresik terus bertambah seiring dengan keterbukaan pasien yang terpapar Covid-19. Semangat inilah yang dijadikan PMI, guna membantu misi kemanusiaan bagi yang membutuhkan plasma konvalesen untuk pasien Covid-19.

Kepala PMI Cabang Gresik M.Najib menuturkan, pihaknya sangat mengapresiasi bertambahnya pedonor. Terlebih lagi, ada hibah bantuan alat apheresis plasma konvalesen.

“Saat ini kami sudah melakukan donor plasma konvalesen sebanyak 500 kantong. Dari jumlah itu, pelaksanaannya ada yang dilakukan di Sidoarjo. Namun, kini bisa di PMI Gresik karena alatnya sudah ada,” tuturnya, Selasa (2/01/2021).

Najib menambahkan, semula pelaksanaan donor plasma konvalesen tidak mudah. Pasalnya, diawal saat ada pandemi Covid-19 masih jarang yang ingin mendonorkan. Tapi, hal itu tidak menyurutkan PMI Gresik untuk terus membantu pasien yang terpapar positif sewaktu menjalani perawatan medis.

“Kami tidak menyerah justru sebaliknya terus mensosialisasikan manfaat donor plasma konvalesen. Melalui kerjasama dengan Satgas Covid-19 dengan menyasar sektor industri. Para pemimpinan perusahaan menghimbau karyawan yang pernah terpapar Covid-19 bisa mendonorkan bagi yang membutuhkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Cabang Gresik, dr Jufrita menyatakan tidak semua penyitas Covid-19 bisa mendonorkan plasma darah. Sebab, pasien yang bersangkutan harus melalui sejumlah screening secara lengkap.

“Pedonor plasma konvalesen berbeda dengan pedonor biasa. Sebab, anti bodinya harus lebih tinggi. Selain itu, wajib di-screening secara ketat,” ujarnya.

Saat ini lanjut dr Jufrita, PMI Cabang Gresik sudah mendistribusikan 500 kantong. Ahamdulillah setiap hari pasti ada sekitar 15 penyintas yang mendonorkan plasmanya. Jumlah itu, sudah memenuhi kebutuhan di Gresik. Hal ini karena permintaan di rumah Sakit Gresik rata-rata 15 hingga 20 kantong per hari,” ungkapnya.

Sebelumnya secara terpisah, Paguyuban Tulang Rusuk Surabaya menyerahkan bantuan alat apheresis plasma melalui Wabup Gresik, M.Qosim. Dengan adanya bantuan ini UTD PMI Cabang Gresik bisa membantu terhadap warga sekitar. Tidak hanya di Gresik melainkan juga wilayah daerah lainnya. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar