Pendidikan & Kesehatan

PEDAR Foot Sistem Alat Ukur Tekanan Kaki Penderita Diabetes dan Polio

Surabaya (beritajatim.com) – RSUD Dr Soetomo dan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mendapatkan hibah ‘PEDAR foot pressure measurement system’ dari The Rotary Club Surabaya dan Rotary Club West Groningen (The Netherland).

PEDAR merupakan alat atau sistem yang mampu mengukur tekanan pada telapak kaki. Alat ini membantu pasien diabetes dan polio dalam mendeteksi pusat tekanan pada telapak kaki. 2 profesor dari University Medical Center Gronigen, Prof Klaas Postema MD PhD dan Juha Hijmans  PhD datang untuk berdemonstrasikan alat PEDAR ini.

Pasien diabetes yang memiliki gangguan syaraf sehingga tidak mampu merasakan tekanan yang pada akhirnya atau neuropati. Kondisi ini menyebabkan ulkus atau luka pada kaki, yang sulit disembuhkan dan dapat berujung pada amputasi dari tungkai.

“Dengan sistem ini pasien diabetes mampu mendapatkan data dari tekanan di kakinya. Nantinya dengan data yang didapatkan dari sistem, pasien dapat insole sepatu yang tepat agar dapat mengurangi dan mengatasi tekanan pada telapak kakinya,” ungkap Prof Postema, Rabu (12/2/2020).

RSUD DR Soetomo dan FK Unair satu satunya di Indonesia yang mendapatkan alat PEDAR ini. Besok rencananya akan dicobakan kepada 3 pasien penderita diabetes dan polio. Kadep Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Dr dr Sri Mardjiati Mei Wulan mengatakan bahwa kedepannya alat ini akan diterapkan kepada pasien di departemennya.

“Nantinya akan dipakai terus di departemen. Karena alat ini mampu yang memberikan efek preventif, baiknya kalau sudah punya insole yang cocok bisa dipakai tiap saat tapi nanti kalau sudah aus diperbaiki lagi dibuatkan insole lagi,” terang Dr Mei Wulan. [adg/ted]¬†

Apa Reaksi Anda?

Komentar