Pendidikan & Kesehatan

PDP Warga Kabupaten Mojokerto Meninggal

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, dr Sujadmiko. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Satu orang dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Pemkab Mojokerto meninggal di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, Kamis (2/4/2020). Pasien berjenis kelamin laki-laki ini merupakan pegawai Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Mojokerto.

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, dr Sujadmiko membenarkan, pasien merupakan PDP Pemkab Mojokerto. “Dia ikut pelatihan di Asrama Haji Sukolilo Kota Surabaya. Sudah kami data masuk 17 orang yang diawasi, namun dalam perjalanan rapid tes negatif. Hanya satu ODP sekarang di isolasi di RSUD Prof Dr Soekandar,” ungkapnya.

Namun pasien asal Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ini, sakit sesak dan masuk RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto pada, Rabu (1/4/2020) kemarin. Namun, lanjut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto ini, pegawai Kemenag Kota Mojokerto ini meninggal pada, Kamis (2/4/2020) sekira pukul 04.00 WIB.

“Hasil swab belum ada, karena belum dilakukan tes swab. Hasil rapid tes negatif, dia ada gangguan di paru. Untuk riwayatnya, kita tidak tahu karena periksa di kota (Kota Mojokerto, red), dia pegawai kota juga, seharusnya Wahidin (RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo, red) yang bisa menjelaskan terkait klinis,” katanya.

dr Jat (panggilan akrab, red) menjelaskan, ada sebanyak 17 orang yang mengikuti kegiatan Pembekalan dan Pelatihan Calon Petugas Haji (PPIH Kloter) di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) pada 9-18 Maret 2020. Mereka merupakan petugas dari Kemenag, Dinkes dan Rumah Sakit (RS).

“Ada 17 orang yang ikut pelatihan, statusnya masuk dalam ODP (Orang Dalam Pemantauan, red). Mereka sudah melakukan isolasi diri selama 14 hari, ada satu PDP yang saat ini masih menjalani isolasi di RSU Prof Dr Soekandar. Kita tetap akan melakukan pemantauan terhadap keluarga pasien yakni mereka yang kontak dengan pasien 14 hari ke belakang,” jelasnya.

dr Jat menambahkan, ada sejumlah tes yang dijalani hingga pasien dinyatakan sebagai DPD maupun positif Covid-19. Sebelumnya, pasien menjalani rapid tes. Jika hasil positif maka akan dilakukan tes swab karena tes swab yang cocok dan hasil positif maka pasien dinyatakan positif Covid-19.

Data rilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto pada situs covid19.mojokertokab.go.id menyebutkan, ada 28 orang PDP yang tersebar di 12 Kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Sedang Orang Dalam Pengawasan (OPD) Covid-19 di Kabupaten Mojokerto mencapai 165 yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar