Pendidikan & Kesehatan

Pasutri Positif Covid-19 Dievakuasi ke RSUD Prof Dr Soekandar

Proses evakuasi terhadap dua pasien positif di Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pasangan suami-istri (pasutri) asal Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto positif virus corona (Covid-19). Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Jetis mengevakuasi kedua pasien positif tersebut ke RSUD Prof Dr Soekandar Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, dr Sujadmiko mengatakan, pasien JS (50) pada 18 Maret 2020 baru pulang dari Jakarta. Dua hari kemudian pasien merasakan demam, batuk, pilek dan tenggorokan sakit. “Tanggal 27 Maret, istrinya S juga mengalami hal yang sama,” ungkapnya, Jumat (24/4/2020).

Masih kata dr Jat (panggilan akrab, red), pasien S juga mengalami gejala demam, batuk dan pilek. Setelah melakukan tes laboratorium, pasien didiaknosa thypoid dan dirawat di RSUD RA Basoeni Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Pada 14 April 2020, UPT Puskesmas Jetis melakukan rapid test terhadap keduanya.

“Hasil rapid test tersebut diketahui jika pasien JS negatif, sementara hasil rapid test pasien S dinyatakan positif. Kemudian 15 April, keduanya dirujuk ke RSUD Prof Dr Soekandar dan dilakukan swab dan menjalani isolasi mandiri. Hari ini, hasil swab keduanya keluar dan dinyatakan positif. Riwayat bepergian JS dari Jakarta,” jelasnya.

Sekitar pukul 15.50 WIB, tim evakuasi dari UPT Puskesmas Jetis mengevakuasi keduanya ke RSUD Prof Dr Soekandar Kecamatan Mojosari. Keduanya menjalani perawatan di ruang isolasi rumah sakit rujukan milik Pemkab Mojokerto tersebut.

Dengan terkonfirmasinya pasutri asal Kecamatan Jetis ini, jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Mojokerto menjadi empat orang. Satu pasien confirm positif Covid-19 pertama ibu rumah tangga asal Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto yang tinggal di Kabupaten Sidoarjo.

Pasien positif kedua yakni tenaga medis di RSUD Prof Dr Soekandar, R (39) asal Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Pasien merupakan Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) Kabupaten Mojokerto yang mengikuti pelatihan petugas haji yang digelar di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) pada 9-18 Maret 2020.

Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 447 pasien, dalam pemantauan sebanyak 224 pasien dan sembuh 223 pasien. Sedang jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 56 pasien. Rinciannya, sembuh sebanyak 26 pasien dan meninggal delapan pasien. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar